Kapan Pengidap Ambeien Harus Dioperasi? Ini Penjelasan Dokter Spesialis RS JIH Solo

Seseorang yang mengidap ambeien parah atau sudah stadium 4 harus segera menjalani operasi.

Tayang:
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Reza Dwi Wijayanti
Kolase TribunSolo
Dokter Spesialis Bedah RS JIH Solo, dr. Nurfathonah, Sp. B., M.Kes., FICS., FINACS 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Penyakit ambeien merupakan kondisi munculnya bengkak pembuluh darah pada bagian anus.

Ada sejumlah kebiasaan buruk yang dapat memicu ambeien hingga membuatnya semakin parah.

Dokter spesialis RS JIH Solo, dr Nurfathonah, Sp. B., M.Kes., FICS., FINACS, menyebutkan seseorang yang mengidap ambeien parah atau sudah stadium 4 harus segera menjalani operasi.

Baca juga: Cara Mencegah Ambeien Tidak Kambuh Lagi, Dokter Spesialis RS JIH Solo Bagikan Tipsnya

"Kapan operasinya? Kalau sudah stadium 4 harus operasi. Berarti ada benjolan yang sudah tidak bisa masuk," jelasnya, Kepada TribunSolo.com Senin (5/12/2023).

Ilustrasi Ambeien
Ilustrasi Ambeien (int)

Menurut dia, jika ambeien masih dalam stadium awal sudah muncul benjolan namun di dalam. Sementara stadium 2, sudah muncul gejala seperti berdarah dan munculnya nyeri.

Ketika ambeien sudah masuk stadium 3, sudah muncul benjolan namun harus didorong agar kembali masuk. Sementara jika stadium 4, langkah yang bisa dilakukan adalah operasi.

"Yang grade 4 itu, didorong tidak bisa masuk. Jadi wajib dan tidak bisa ditunda operasinya," jelasnya.

Dia menjelaskan, ada sejumlah kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan ambeien itu, misalnya karena bab keras yang mana itu harus dihindari.

"Bisa karena bab keras, sehingga sering ngeden (mengedan) sehingga ada peningkatan tekanan kan disitu," ujarnya

Selain itu, ambeien juga dapat dipicu kurangnya makanan yang mengandung serat, kekurangan air putih dimana hal itu bisa menyebabkan bab keras.

Baca juga: Dokter Spesialis RS JIH Solo Beberkan Kebiasaan Buruk yang Bisa Memicu Ambeien

Faktor lainnya yakni kebiasaan gerak seseorang. Jika seseorang kurang bergerak maka mobilitas di usus juga terbatas.

"Bisa juga karena sering nongkrong di wc, padahal belum waktunya, itu juga ada buruk bikin ngeden juga. Utamanya toilet duduk," paparnya.

Menurut dia penggunaan toilet jongkok bisa mengurangi risiko. Sebab ada tekanan dari perut dan otot paha sehingga bab lebih lancar.

"Untuk mencegahnya, faktor risiko itu harus dihindari," kata dia.

Ketika sudah operasi, agar ambeien tidak muncul lagi seorang harus menerapkan perilaku hidup sehat. Selain itu, faktor risiko juga harus dihindari. (*/adv)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved