7 Tips dari Dokter RS JIH Solo Agar Anak Tetap Sehat Selama Liburan

Dokter Umum RS JIH Solo, dr. Earlya Fevri Rifani membagikan beberapa tips agar anak tetap sehat selepas liburan.

Tayang:
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Reza Dwi Wijayanti
Dok.RS JIH Solo
dr. Earlya Fevri Rifani membagikan tips agar anak tetap sehat selama liburan. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Waktu yang dinanti-nantikan anak sekolah kini telah tiba. Ya, libur telah tiba.

Biasanya, masa libur panjang akhir tahun ini dimanfaatkan para orang tua untuk mengajak anak-anak mereka pergi berlibur, baik di dalam maupun keluar kota.

Lantas, bagaimana caranya menjaga kondisi anak agar tetap sehat selama liburan?

Dokter Umum RS JIH Solo, dr. Earlya Fevri Rifani membagikan beberapa tips agar anak tetap sehat selepas liburan.

"Jadi prinsipnya kalau anak itu siklus sehari-sehari kegiatannya ada 3, yakni eat (makan), play (bermain) dan sleep (istirahat), jadi mereka makan, kemdian bermain dan juga tidur yang cukup," katanya kepada TribunSolo.com, Jumat (15/12/2023).

Baca juga: Paket Khitan atau Sunat di RS JIH Solo, Berapa Biayanya?

Berikut tips untuk orang tua agar anak tetap sehat selama liburan menurut dr. Earlya Fevri Rifani:

1. Jaga Asupan Makanan pada Anak

Tips pertama dari dr. Earlya adalah agar orang tua tetap menjaga asupan makanan pada anak, dengan memberikan makanan bergizi seimbang.

Selain itu, orang tua juga sebisa mungkin untuk menerapkan feeding rules atau aturan mengenai jadwal makan anak.

"Jadi disini kita menerapkan prinsip gizi seimbang, yaitu dalam satu piring, kita perhatikan porsi dari katbohidratnya, protein, sayuran, serta buah-buahnya," kata dr. Earlya.

"Yang kedua, kalau bisa memang secara ideal, kita tetap menerapkan feeding rules pada saat liburan, sehingga siklus makan anak tetap terjaga," tambahnya.

2. Jaga Kecukupan Air Minum

Selain menjaga asupan makan anak, dr. Earlya juga meminta orang tua untuk tetap memperhatikan kecukupan air minum anak.

Sebisa mungkin, anak terhindar dari dehidrasi di saat momen membahagiakan itu.

"Selain kita memperhatikan asupan makan anak, kita juga memperhatikan kecukupan air minum, intake air minumnya," jelasnya.

"Hal ini untuk mencegah kondisi dehidrasi pada anak," sambungnya.

3. Ajak Anak Beraktivitas Fisik

Selama liburan, anak-anak biasanya lebih senang bermalas-malasan di rumah.

Sebaiknya, menurut dr. Earlya anak-anak bisa diajak untuk melakukan beberapa macam aktivitas fisik seperti bermain.

Karena ternyata mengajak anak untuk melakukan aktivitas fisik ini memiliki banyak manfaat.

"Tentunya dengan bermain dan beraktivitas fisik pada anak memiliki beberapa manfaat, seperti bisa mendukung perkembangan emosi pada anak." ucapnya.

"Dengan bermain, juga dapat meningkatkan kemampuan sensori pada anak, saat anak merasa happy (senang) ketika diajak bermain, juga akan memengaruhi peforma belajar pada anak ketika nanti sesudah liburan," kata dr. Earlya.

4. Mencegah Anak Terjangkit Penyakit dengan Vaksinasi

Selama liburan, anak-anak biasanya juga akan rentan terjangkit penyakit.

Karena anak-anak akan melakukan lebih banyak aktivitas, sehingga akan mudah kelelahan.

Agar anak tetap sehat selama liburan, dr. Earlya menyarankan agar anak menjalani vaksinasi untuk meningkatkan imunitas.

"Jadi pemberian vaksinasi pada anak, seperti salah satu penyakit yang paling sering menjangkiti anak adalah batuk pilek, nah untuk mempersiapkan imun pada anak dengan mempersiapkan vaksinasi," terangnya.

"Seperti salah satunya vaksinasi influenza, vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV), agar nantinya untuk mengurangi resiko keparahan pada anak," jelasnya.

Yang tidak kalah penting, orang tua juga harus menyiapkan medical kit, sebagai bentuk antisipasi pertolongan pertama ketika anak terjangkit selama liburan.

5. Atur Jam Tidur Anak

Orang tua pun juga harus mengatur jam tidur anak sesuai kebutuhan mereka.

"Kalau bisa memang jam tidur anak cukup, sesuai anjuran memang sekitar 9 sampai 12 jam, khususnya pada anak 5 sampai 12 tahun," katanya.

6. Atur Waktu Pergi Berlibur

Orang tua juga harus mampu mengatur kapan sebaiknya membawa anak pergi berlibur, berupa kapan harus pergi dan pulang.

Karena setidaknya, anak tetap membutuhkan waktu istirahat sebelum kembali bersekolah.

"Kalau menentukan waktu liburan biasanya juga menyesuaikan agenda orang tua, yang bisa kita upayakan anak pada saat masuk sekolah tidak terlalu capek, mungkin kita ambil liburannya setengah menuju akhir tahun, jadi mungkin sekitar tanggal 20-an Desember," terangnya.

"Di sisi lain, kita juga memberikan jeda minimal mungkin 2-3 hari itu sudah kembali ke rumah, untuk memberikan waktu anak menyesuaikan siklus hidupnya normal kembali sebagai upaya pemulihan, memang kalau liburan kita biasanya tenaganya diforsir, nah itu juga bisa memberikan waktu anak untuk istirahat," sambungnya.

7. Bawa Bekal dari Rumah

Selama pergi liburan dengan mendatangi objek wisata tertentu, biasanya disana akan banyak ditemui pedagang kaki lima.

Anak-anak pun terkadang merengek minta dibelikan jajanan-jajanan tersebut.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, dr. Earlya memberikan saran kepada orang tua untuk membawa bekal dari rumah.

Karena dengan begitu, maka orang tua masih dapat mengontrol gizi dan higienitas makanan.

"Selama liburan mungkin kita bisa mempersiapkan bekal dulu untuk makanan-makanan yang bisa kita seleksi, karena memang kalau kita sendiri membawa dari rumah, dari sisi higienitasnya lebih terjaga, kandungan gizinya tentu bisa kita perhatikan," ujar dia.

"Nah dengan membawa bekal dari rumah ini harapannya bisa mencegah anak untuk jajan diluar," singkatnya.

Baca juga: Punya Keluhan Nyeri Punggung hingga Syaraf Kejepit? Bisa Diatasi dengan Terapi Traksi di RS JIH Solo

Namun, tentu pada saat liburan ada hal-hal yang di luar kendali, seperti anak memaksa untuk meminta dibelikan makanan-makanan tersebut atau orang tua yang lupa membawa bekal.

Orang tua bisa mengizinkan anak untuk membeli makanan di luar, dengan mempertimbangkan cara pengolahannya.

Selain itu, sebelum makan, anak-anak juga diminta untuk cuci tangan terlebih dahulu.

"Jika situasi tersebut terjadi, yang bisa kita perhatikan saat membeli makanan kita juga melihat bagaimana proses pengolahannya, dan juga klau bisa memililih makanan yang matang dengan sempurna, jika bisa menghindari makanan olahan mentah, untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi pada pencernaan," jelasnya.

"Selain itu, tentunya kita harus cuci tangan, karena itu salah satu upaya untuk mengurangi infeksi bakteri yang masuk ke dalam tubuh," pungkasnya. (*/adv)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved