Viral Caleg PDIP Wonogiri
Viral Caleg PDIP Wonogiri Menjelekkan Istri Capres Lain, Jekek Sesalkan Gaya Politik Tak Santun
Jekek menyatakan cara yang ditempuh caleg itu tidak menunjukkan cara berpolitik yang elegan dan dewasa.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Ketua DPC PDI Perjuangan Wonogiri, Joko Sutopo alias Jekek menyayangkan adanya satu caleg di partainya yang menjelek-jelekkan istri capres lain.
Caleg PDI Perjuangan Wonogiri yang dimaksud adalah EP.
Dia viral lantaran membawa ujaran negatif.
Dalam video yang beredar, caleg itu menjelek-jelekkan istri dua calon presiden.
"Capres kita, yang kita usung Mas Ganjar, istrinya adalah istri yang sempurna," ujar caleg itu.
"Nek sing sebelah kono punya istri tidak? Ra penak, ditinggal. Sijine embuh aku ra weruh, ratau ketok. Sing siji, nduwe wis ra penak pak, tinggal, diijolke (Kalau yang di sebelah sana punya istri tidak? tidak enak, ditinggal. Satunya saya tidak tahu, tidak pernah kelihatan. Satunya punya tapi sudah tidak enak pak, ditinggal, ditukar)," imbuhnya.
Baca juga: Caleg PDI Perjuangan Wonogiri Viral Menjelekkan Istri Capres Lain, Jekek Sebut Segera Dipanggil DPC
Jekek menegaskan dirinya tak sepakat dengan gaya politik seperti itu. Dia menyayangkan hal tersebut.
Menurut dia, berpolitik harus santun, terukur dan visi misinya harus jelas.
"Politik sekarang itu adalah politik edukasi, jangan politik yang menyuarakan unsur yang didalamnya ada unsur sara, unsur diskriminasi salah satu kontestasi baik secara kepartaian maupun secara personal," kata dia Rabu (27/12/2023).
Jekek menyatakan cara yang ditempuh caleg itu tidak menunjukkan cara berpolitik yang elegan dan dewasa.
ekek menegaskan dirinya tidak sejalan dengan hal itu, sehingga jika itu terjadi di internal PDI Perjuangan, Jekek memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat.
"Mungkin ini suatu kealfaan, atau ada faktor lain tapi kami pastikan akan segera kami undang yang bersangkutan, kita minta klarifikasi dan minta untuk menyampaikan permohonan maaf kepada publik, sebagai pertanggungjawaban moral politik kami," kata Jekek.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.