Viral Caleg PDIP Wonogiri
Caleg PDI Perjuangan Wonogiri Viral Menjelekkan Istri Capres Lain, Jekek Sebut Segera Dipanggil DPC
DPC PDIP Wonogiri akan memanggil, EP, Caleg yang viral karena berkampanye negatif. Jekek melihat hal ini harus diluruskan.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Caleg PDI Perjuangan Wonogiri, EP, viral lantaran membawa ujaran negatif.
Dalam video yang beredar, caleg itu menjelek-jelekkan istri dua calon presiden.
Dalam video yang beredar di media sosial itu, orasi caleg itu membahas istri dari tiga capres di Pilpres 2024.
Ada ujaran negatif saat membahas istri Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.
"Capres kita, yang kita usung Mas Ganjar, istrinya adalah istri yang sempurna," ujar caleg itu.
"Nek sing sebelah kono punya istri tidak? Ra penak, ditinggal. Sijine embuh aku ra weruh, ratau ketok. Sing siji, nduwe wis ra penak pak, tinggal, diijolke (Kalau yang di sebelah sana punya istri tidak? tidak enak, ditinggal. Satunya saya tidak tahu, tidak pernah kelihatan. Satunya punya tapi sudah tidak enak pak, ditinggal, ditukar)," imbuhnya.
Selanjutnya caleg itu menyampaikan istri capres menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih capres.
Adapun yang dimaksud adalah istri Ganjar, Atikoh yang disebutnya cerdas dan soleh.
Baca juga: Caleg PDI Perjuangan Wonogiri Viral, Disebut Menjelekkan Istri Capres Lain saat Kampanye
Menanggapi hal itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Wonogiri, Joko Sutopo alias Jekek mengaku prihatin hal tersebut sampai terjadi, pihaknya mengaku akan segera memanggil yang bersangkutan untuk klarifikasi.
"Pasti akan segera kita panggil ke kantor cabang, nanti kita undang teman-teman media untuk beliau menyampaikan maaf secara terbuka," ujarnya, Rabu (27/12/2023).
Jekek menyatakan cara yang ditempuh caleg itu tidak menunjukkan cara berpolitik yang elegan, dewasa dan mendewasakan.
"Politik sekarang itu adalah politik edukasi, jangan politik yang menyuarakan unsur yang didalamnya ada unsur sara, unsur diskriminasi salah satu kontestasi baik secara kepartaian maupun secara personal," kata dia.
Jekek mengaku dirinya tidak sepakat dengan hal itu, sehingga jika itu terjadi di internal PDI Perjuangan, Jekek memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat.
"Mungkin ini suatu kealfaan, atau ada faktor lain tapi kami pastikan akan segera kami undang yang bersangkutan, kita minta klarifikasi dan minta untuk menyampaikan permohonan maaf kepada publik, sebagai pertanggungjawaban moral politik kami," kata Jekek. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.