Pemilu 2024

Pandangan Pengamat Soal Simpatisan PDIP Dukung Paslon 02, Singgung Soal Pengaruh Jokowi

Simpatisan PDIP yang mendeklarasikan dukungan untuk Prabowo-Gibran di Solo banyak muncul. Pengamat memandang ujian kesolidan pdip.

TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
Para simpatisan PDIP yang tergabung dalam Relawan Paseban mendeklarasikan diri untuk mendukung paslon nomor urut 2 Prabowo-Gibran, di sebuah rumah warga di Semanggi, Pasar Kliwon, Rabu (20/12/2023). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto Nugroho 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kota Solo selama ini merepresentasikan kandang banteng, atau bisa dikatakan bahwa dalam kontestasi politik selalu menjadi lumbung suara bagi partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Ini sudah berjalan selama beberapa kali Pemilihan Umum (Pemilu).

Namun saat ini Solo menjadi target sasaran untuk menggerus suara PDIP jelang Pemilu 2024.

Bukan tanpa alasan, hal itu bisa dilihat dari sejumlah deklarasi dukungan kepada pasangan calon (Paslon) nomor urut 2 yang dilakukan oleh puluhan warga yang mengatasnamakan simpatisan maupun kader PDIP Kota Solo.

Seperti yang terakhir terjadi di Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon pada Selasa kemarin.

Sejumlah orang yang mengatasnamakan simpatisan dan memiliki kartu tanda anggota (KTA) PDIP mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo-Gibran.

“Saya simpatisan PDIP, punya KTA asli juga. Saya tegak lurus sama Pak Jokowi. Kenapa saya memilih Prabowo – Gibran, karena Mas Gibran orang Solo,” terang simpatisan PDIP, Andri.

Bahkan Ketua Relawan Prabowo-Gibran Jawa Tengah, Muchsin Pohan mengatakan bahwa hal tersebut akan terjadi terus menerus terjadi sampai menjelang Pemilu pada 14 Februari mendatang.

“Yang jelas, kami akan terus bergerak hingga nanti saat pencoblosan tanggal 14 Februari 2024 mendatang,” katanya.

Baca juga: Satu Caleg PDIP Sukoharjo Dicoret dari DCT, Tersangkut Kasus Pidana di Surabaya 

Fenomena dukungan kepada Prabowo-Gibran dari pihak yang mengatasnamakan simpatisan PDIP ini merupakan yang ke delapan di Kota Solo setelah deklarasi yang dilakukan di Laweyan, Pasar Kliwon, Banjarsari, dan Jebres.

Sementara itu, Pengamat Politik Psikologi UNS, Abdul Hakim menjelaskan bahwa fenomena ini memiliki fungsi simbolik.

"Solo dikenal sebagai kandang banteng. Faktor yang kedua adalah solo dikenal sebagai base nya pak Jokowi," ujar Hakim saat dihubungi TribunSolo.com, Kamis (4/1/2024).

"Sejarah pak Jokowi sebagian besar lahir di kota ini. Sehingga kemenangan apa kekalahan dari PDIP di Kota Solo itu memiliki pengaruh elektoral yang kuat," sambungnya.

"Jadi memang efek peran simbolik dari Kota Solo ini yang membuat kemenangan di Kota Solo ini sangat penting bagi pendukung Paslon 02 maupun 03," tandasnya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved