Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pemilu 2024

Program Susu Gratisnya Dikritik Cak Imin, Gibran Justru Berterima Kasih & Bakal Evaluasi

Namun demikian, Gibran mengaku tidak masalah dengan kritikan terkait program susu gratis tersebut.

TribunSolo.com/Andreas Chris
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengikuti acara Konsultasi Publik tentang RPJPD Kota Solo di Solo Paragon Hotel, Kamis (4/1/2024). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto Nugroho

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Program susu gratis yang dicanangkan oleh Calon Wakil Presiden (Cawapres) dari Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka dikritik oleh lawan politiknya dari Paslon 01, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Namun demikian, Gibran mengaku tidak masalah dengan kritikan terkait program susu gratis tersebut.

Bahkan Gibran justru mengaku berterima kasih atas kritikan yang ditujukan kepada dirinya tersebut.

"Ya terima kasih untuk masukannya," ujar Gibran saat ditemui usai mengikuti Konsultasi Publik RPJPD Kota Solo tahun 2025-2045 di Solo Paragon Hotel, Kamis (4/1/2024).

Gibran juga berjanji bakal mengevaluasi apa yang masih kurang dari program yang ia canangkan bersama Prabowo Subianto tersebut

"Ya nanti kita evaluasi nggih," sambungnya.

Seperti diketahui, Cak Imin mengkritik program susu gratis dari Paslon 02 baru-baru ini.

Baca juga: Viral Anggota Satpol PP Garut Dukung Gibran, TKN Sebut Bukti Paslon No 02 Dicintai Masyarakat

Baca juga: Soal Acara Bagi-bagi Susu di CFD : TKN Sebut Framing, Gibran Bantah Ada Kampanye Terselubung

Menurut Cak Imin, ketersediaan bahan baku pembuatan susu di Indonesia masih terbatas dan belum bisa memenuhi ambisi tersebut.

Sehingga negara pasti akan melakukan impor susu dari luar negeri.

“Isu makan gratis itu memang menarik, susu gratis, menarik. Itu susunya enggak ada, pasti impor, dan menguntungkan orang-orang yang mengimpor susu,” kata Cak Imin dalam acara Slepet Imin di Garut, Jawa Barat, Rabu (3/1/2024) malam.

Sementara itu dari penelusuran TribunSolo.com, 80 persen bahan baku susu yang beredar di Indonesia merupakan hasil impor.

Dengan catatan, rata-rata kebutuhan susu di Indonesia yakni sekitar 4,4 juta ton per tahun dengan produksi susu segar dalam neger (SSDN) hanya mencapai 968 ton pertahun.

Sementara sisa kekurangan tersebut dipenuhi melalui impor dari Australia dan Selandia Baru.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved