Dokter RS JIH Solo Jelaskan Kapan Pasien Harus Melakukan Perawatan Saluran Akar Gigi
Menurut drg. Vita, untuk menentukan apakah perlu dilakukan tindakan saluran perawatan gigi, maka diperlukan rontgen foto.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Reza Dwi Wijayanti
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dokter Spesialis Konservasi Gigi RS JIH Solo, drg. Vita Nirmala Ardanasari, Sp. KG menyampaikan kapan kita harus melakukan perawatan saluran akar gigi.
drg. Vita menyarankan perawatan saluran akar gigi dapat dilakukan pasien ketika menyadari giginya mulai berlubang.
“Kapannya, yakni pasien menyadari giginya sudah berlubang, bau mulut, nah pasien disarankan untuk memeriksakan giginya,” kata drg. Vita kepada TribunSolo.com, Kamis (21/12/2023).
Baca juga: Berapa Lama Perawatan Saluran Akar Gigi? Ini Kata Dokter RS JIH Solo
“Kalau sudah masuk pengawetan, kebanyakan giginya sudah non vital, tidak selalu sakit, tapi ada juga waktu nyerinya baru datang sudah menjalani perawatan ini,” jelasnya.
“Lubangnya sudah besar, tapi kok nyut-nyutan, saya lihat digusi ada lenting seperti jerawat, berarti ada infeksi, memang sebaiknya jika ditemukan lubang kecil harus segera ditambal, supaya tidak sampai ke saluran saraf,” katanya menambahkan.
Menurut drg. Vita, untuk menentukan apakah perlu dilakukan tindakan saluran perawatan gigi, maka diperlukan rontgen foto.
Jika sudah dipastikan melalui rontgen foto tersebut, langkah selanjutnya dilakukan pembersihan lubang gigi.
Setelahnya, akan dimasukkan jarum-jarum untuk pengambilan sarafnya.
“Kalau lubangnya masih ditepi, saya ngebornya sampai dalam, jadi lebar dan dalam, saya harus menemukan salurannya sarafnya, habis itu dimasukkan jarum-jarum untuk diambil sarafnya, kalau sudah bersih, sudah layak, nanti diberi kapas untuk sterilisasi,” terangnya.
“Selanjutnya dibersihkan lagi, atau dicari saluran yang belum ketemu, ditinggal lagi, kalau sudah layak, nanti diisi, kan salurannya sudah kosong, saraf sudah diambil, diisi, ditambal dan selesai,” ujanya.
Tahap selanjutnya, pasien dapat memilih untuk melakukan tindakan penambalan atau metode yang lainnya.
drg. Vita juga memiliki beberapa tips untuk menjaga agar gigi tetap sehat.
Pertama, pasien setidaknya rutin kontrol ke dokter gigi setiap enam bulan sekali dalam satu tahun.
Baca juga: Sakit Gigi Tidak Harus Dicabut, Dokter RS JIH Solo Sarankan Jalani Perawatan Saluran Akar Gigi
Pasien dapat menjalani pembersihan karang gigi, lalu dilakukan perawatan lainnya.
drg. Vita juga menyarankan agar memperhatikan sikat gigi dan pasta gigi yang dipakai.
Sikat gigi yang dianjurkan adalah yang memiliki bulu lembut dan harus diganti setidaknya 3 bulan sekali.
Selain itu, saat menggunakan pasta gigi, ia menyarankan agar pasta gigi diratakan dengan jari tangan agar masuk ke sela-sela bulu-bulu sikat gigi, agar penggunaan pasta gigi lebih efektif. (*/adv)
| Daftar 10 Rumah Sakit di Solo Lengkap dengan Fasilitasnya, Bisa Jadi Referensi Sebelum Berobat |
|
|---|
| Benarkah Makan 3 Butir Kue Nastar Setara dengan Seporsi Nasi? Simak Penjelasan Ahli Gizi RS JIH Solo |
|
|---|
| Gorengan Jadi Makanan Buka Favorit Warga Solo Raya Saat Momen Ramadan, Adakah Dampaknya Bagi Kulit? |
|
|---|
| RS JIH Solo Gelar CSR Ramadan 1447 H, Santuni 50 Anak Yatim |
|
|---|
| Sariawan Saat Sedang Puasa? Ikuti Tips Mengatasinya dari Dokter RS JIH Solo Agar Sahur Lebih Afdol! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/RS-JIH-Solo00.jpg)