Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Solo

Kasus Tabrak Lari Flyover Manahan 5 Tahun Lalu Kembali Diusut Hotman Paris, Ungkap Kejanggalan

Pelaku tabrak lari Flyover Manahan kembali di usut. Anak korban melaporkan ke akun Hotman Paris dan ditindaklanjuti.

Istimewa
Korban tabrak lari di Overpass Manahan Solo, Retnoning Tri (54) yang merupakan warga di Jalan Yudhistira 5 Nomor 5 Kampung Selembaran RT 3 RW 3, Kelurahan/Kecamatan Serengan, Solo di makamkan di TPU Daksinoloyo Sukoharjo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tabrak lari di Flyover Manahan memakan korban Retnoning Tri Jelipele tahun 2019 silam.

Hingga kini belum ada titik terang siapa pelaku tabrak lari tersebut.

Putra korban Harry Jelipele kini berusaha mencari keadilan dengan mengadu ke Hotman 911.

Kasus ini pun mendapatkan atensi khusus hingga diunggah ke akun instagram pengacara kondang Hotman Paris.

Koordinator Lapangan Hotman 911, Dhea Arum Zaskia Putri menyebut pihaknya menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) di bulan Maret 2023 yang mencantumkan identitas nomor polisi (nopol) yang dicurigai pemilik mobil yang menabrak korban.

“Toyota Yaris warna silver. Atas nama MRK. Yang beralamat di Jakarta Selatan,” ungkapnya saat dihubungi TribunSolo.com Jumat (12/1/2024).

Sayangnya, di bulan November 2023 ia menerima SP2HP lagi dimana identitas nopol tersebut sudah tidak ada.

Dhea mengakui ini merupakan sesuatu yang janggal.

Baca juga: Kondisi Pria di Sragen yang Diduga Korban Tabrak Lari, Patah Tulang dan Pendarahan Kepala

“Sebenarnya anaknya sempat putus asa kenapa tidak kunjung dapat pelakunya. Padahal di SP2HP yang dikirim Polresta Surakarta sudah dicantumkan nomor polisi dari pelaku di bulan Maret 2023. Di bulan November 2023 nomor polisi mobil pelaku tidak ada. Kan seperti hal yang janggal,” jelasnya.

Selama bertahun-tahun pihak kepolisian beralasan pelaku sulit ditemukan karena rekaman CCTV buram sehingga tidak merekam dengan jelas nopol mobil yang menabrak korban.

Saat itu suami korban, Marthen Jelipele berusaha mengusut kasus ini.

Namun hingga akhir hayatnya belum ada titik terang siapa yang bertanggung jawab atas kematian istrinya.

“Kalau sudah didapat nomor plat mobil pelaku seharusnya bisa ditemukan. Dulu ditangani LBH selaku pelapor Pak Marthen kendalanya CCTV. CCTV buram. Lah di SP2HP bulan Maret diketahui kenapa pelaku masih belum ditemukan,” tuturnya.

Harry Jelipele mengakui kejanggalan ini.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved