Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pemilu 2024

Syarat PDIP untuk Jokowi Jika Ingin Bertemu Megawati : Harus Ajak Ahok, Sri Mulyani, dan Basuki

Hasto PDIP menegaskan jika Megawati selalu terbuka untuk bertemu dengan siapapun termasuk dengan Jokowi.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com / Instagram Ganjar Pranowo
Megawati-Jokowi bergandengan tangan saat Rakernas PDIP, Selasa (6/6/2023). 

TRIBUNSOLO.COM - Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menanggapi soal isu pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri.

Belakangan hubungan Megawati dan Jokowi memang dikabarkan renggang, usai Gibran Rakabuming Raka lolos menjadi cawapres melalui putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 90/PUU-XXI/2023.

Gibran pun kini menjadi cawapres pendamping Prabowo Subianto.

Baca juga: BREAKING NEWS : Jokowi Kunjungan ke Sragen, Tinjau Pembangunan Jalan Solo-Purwodadi

Ditambah lagi putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kini menyeberang ke kubu Prabowo-Gibran.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, jika Jokowi hendak bertemu dengan Megawati ada baiknya ditemani oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat(PUPR), Basuki Hadimuljono.

"Nanti kalau mau datang biar ditemani bu Sri Mulyani dan pak Basuki serta pak Ahok," ujar Hasto, Senin(22/1).

Entah apa maksud Hasto soal syarat Jokowi bertemu Megawati tersebut.

Tetapi, dia menegaskan jika Megawati selalu terbuka untuk bertemu dengan siapapun termasuk dengan Jokowi.

Baca juga: Buktikan Rukun Meski Sempat jadi Rival, Jokowi-Prabowo Dipuji sebagai Teladan Pemimpin Kelas Dunia

Hasto justru mempertanyakan keinginan Jokowi bertemu dengan Megawati yang disampaikan lewat media seperti menandakan ada sesuatu hal tertentu.

"Kalau seseorang sebelumnya kalau bertemu dengan Ibu (Megawati) kan selalu terbuka. Ketika untuk bertemu Ibu kemudian harus disampaikan melalui media itu kan artinya ada sesuatu," ucap Hasto.

Sementara itu, calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo mengaku belum tahu mengenai isu Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin bertemu Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

"Belum tahu saya, belum tahu," kata Ganjar.

Politikus Senior PDIP, Andreas Hugo Pareira, sendiri seolah tak menepis ada keinginan Presiden Jokowi  bertemu Megawati.

Baca juga: Nusron Wahid Sambut Positif Isu Rencana Pertemuan Jokowi dan Megawati, Bisa Turunkan Tensi Politik

Namun kata dia, PDIP tengah fokus untuk memenangkan pasangan Ganjar-Mahfud.

"Di PDIP, waktu tinggal kurang dari sebulan, kami sedang dan lebih fokus memenangkan Ganjar-Mahfud daripada mengurusi isu-isu seperti ini," ujar Andreas.

Bantahan Jokowi ingin bertemu Megawati pun disampaikan Koordinator Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Ari Dwipayana.

Dia menepis narasi yang menyebutkan Jokowi meminta bertemu Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Baca juga: Dilantik Presiden Jokowi jadi Hakim MK, Arsul Sani Telah Mundur dari Kepengurusan PPP dan DPR RI

"Terkait narasi yang dikembangkan seolah-olah ada permintaan dari Bapak Presiden untuk bertemu, apalagi dihubungkan dengan Pemilu 2024, itu sama sekali tidak benar," kata Ari di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Ari merasa heran ada narasi pertemuan Jokowi dan Megawati yang dikembangkan oleh awak media.

"Sesungguhnya hal itu tak pernah terjadi, tak ada permintaan untuk bertemu, bahkan sudah dikonfirmasi oleh Sekjen PDIP," tutur Ari.

Menurutnya, hingga sekarang belum ada informasi soal penjajakan pertemuan antara Jokowi dan Megawati.

"Kalau Presiden, kan selama ini terbuka bertemu dengan tokoh-tokoh bangsa, dan saya kira Bu Mega juga sama, terbuka bertemu tokoh-tokoh bangsa," tutupnya.

(*)

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved