Penangkapan Terduga Teroris di Solo Raya

Total 11 Barang Bukti Diamankan dari Terduga Teroris di Solo, Salah Satunya Pedang

M, terduga teroris yang diamankan di Solo, diketahui merupakan pedagang aksesoris handphone di Pasar Klithikan.

TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
Suasana rumah terduga teroris di Pasar Kliwon, Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.CO. SOLO - Ketua RW 003 Kelurahan Mojo, Pasar Kliwon, Solo Sulistyono mengungkapkan setidaknya ada 11 barang bukti yang dibawa oleh pihak kepolisian saat menggeledah rumah M, salah satu terduga teroris yang ditangkap pada Kamis (25/1/2024).

“Mungkin ada sekitar 11 barang. Ini saya bawa dulu. Kalau ada keterkaitan dengan permasalahan bapak disita. Kalau tidak ada dikembalikan lagi,” ungkapnya saat dihubungi.

M diketahui merupakan pedagang aksesoris handphone di Pasar Klithikan.

Di tengah tumpukan aksesoris ditemukan beberapa senjata tajam.

Mulai dari pisau, golok, hingga pedang.

“Pertama bipet ada 3 pintu. Isinya karena di situ tukang servis elektronik isinya seperti itu. Ditemukan pisau nggak begitu panjang sekitar 20 cm. Lalu pisau agak panjang. Di dalamnya ada pedang, ada golok juga di sana,” terangnya.

Selain itu, ada pula senapan angin.

Barang ini menurut keterangan pihak keluarga merupakan jualan milik M.

Baca juga: Terduga Teroris yang Ditangkap di Solo Dikenal Baik Warga, Disebut Sering Bagi Beras

Baca juga: Rumah Terduga Teroris di Klego Boyolali Digeledah, Densus 88 Antiteror Temukan 2 Pisau Lempar

“Tumpukan barang bekas dibuka ada itu. Di atas ada buku-buku. Ada dua buku. Sebelum naik ke atas masuk ke kamar sebelah kamar yang buat tidur. Ada senapan angin. Kalau versi beliau itu memang dagangan. Ada peluru,” ungkap Sulistyono.

Ditemukan juga busur beserta anak panahnya dan juga metal detector.

Barang-barang ini juga ikut disita.

“Naik ke atas di situ ditemukan tiga busur panah. Anak panahnya 6 sama tempatnya. Turun ke bawah di samping lemari terakhir ada metal detector,” jelasnya.

Sekitar dua jam penggeledahan dilakukan oleh pihak kepolisian.

Hanya saja handphone milik pelaku tak jadi diamankan karena ditinggal di sekolah.

“Rencananya mau minta handphone bapaknya. Tapi karena handphone bapak dan ibunya ketinggalan di sekolah akhirnya belum dikondisikan. Tapi mau diminta hp-nya untuk menggali informasi. Kalau penggeledahan dua jam ada,” jelasnya.

Sejauh pengakuan beberapa tetangga, M dikenal orang yang baik dan sering bergaul.

“Kalau saya tanya warga baik sekali,” terangnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved