Pemilu 2024

Geger Temuan Surat Suara Sudah Dicoblos Nomor 3 di Malaysia, Bawaslu Bakal Segera Usut

Kemudian Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Habiburokhman menuding bahwa kecurangan dilakukan oleh PPLN dan pihak Kedutaan Besar di Malaysia.

(KOMPAS.com/Rahel)
Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Habiburokhman di Medcen Prabowo-Gibran, Jakarta, Senin (5/2/2024). 

TRIBUNSOLO.COM - Temuan informasi dugaan kecurangan terkait surat suara di Malaysia, baru-baru ini tengah mencuat.

Dalam video viral yang diunggah di akun X/Twitter @PartaiSocmed, akun pendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, tampak aktivitas sejumlah orang membongkar paket surat suara lalu melakukan pencoblosan pada kolom nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, serta surat suara pileg DPR RI pada baris nomor urut 1 PKB, Ida Fauziyah.

Baca juga: Penjelasan KPU Solo Soal Surat Suara di Simulasi Pilpres Pakai 4 Kolom, Ikuti Pedoman KPU RI

Kemudian Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Habiburokhman menuding bahwa kecurangan dilakukan oleh PPLN dan pihak Kedutaan Besar di Malaysia.

"Kami duga kuat aktivitas pencoblosan itu melibatkan PPLN dan oknum pegawai Kedubes RI di Malaysia," kata dia dalam jumpa pers kemarin.

Terkait hal tersebut, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI berjanji bakal mengusut dugaan surat suara dicoblos secara tidak sah di Malaysia.

"Sedang dalam penelusuran Bawaslu," kata Koordinator Divisi Pencegahan, Sosialisasi, dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu RI, Lolly Suhenty, pada Rabu (7/2/2024) pagi dilansir dari Kompas.com.

Terkait hal tersebut KPU RI juga mengatakan bakal segera mengirim tim untuk melakukan penelusuran.

"Kami akan mengirim tim untuk melakukan pendalaman terhadap semua informasi berkenaan dengan pelaksanaan pemungutan suara di Malaysia, baik pemungutan suara pos maupun KSK (kotak suara keliling)," kata anggota KPU RI, Idham Holik, dihubungi pagi ini.

"Segera, segera," kata dia ketika ditanya kapan tim tersebut akan diterjunkan.

Baca juga: Viral Ganjar Diadang Pendukung Prabowo-Gibran, Berujung Diajak Makan Bareng

Terkait keasliannya, Idham mengaku belum bisa memastikan apakah surat suara itu asli atau tidak.

Belum bisa dipastikan juga apakah surat suara tersebut merupakan surat suara yang dikirim melalui pos atau merupakan surat suara pada metode pemilihan KSK.

Idham mengatakan, dugaan ini terjadi pada wilayah kerja Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur.

"Itulah fungsi dari tim yang akan diturunkan (untuk mengonfirmasi)," kata dia.

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved