Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pemilu 2024

Kenapa Baliho Caleg DPRD Wonogiri dari PDIP Tanpa Foto Calon? Jekek Singgung Soal Gotong Royong

Caleg DPRD Wonogiri dari PDIP Wonogiri tidak memamerkan foto personal. Namun, mereka hanya memajang foto partai. Kenapa?

|
TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
Salah satu baliho milik caleg DPRD dari PDI Perjuangan Wonogiri. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti 

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Tak seperti partai politik pada umumnya, caleg DPRD Kabupaten dari PDI Perjuangan Wonogiri tak ada yang memasang wajah di baliho yang dipasang. 

Ketua DPC PDI Perjuangan Wonogiri, Joko Sutopo menjelaskan alasan tidak adanya wajah para calegnya yang mengikuti kontestasi pemilihan legislatif di tingkat kabupaten. 

Menurut dia, pihaknya merupakan partai yang memiliki spirit gotong royong.

Sehingga seluruh pergerakan selama masa Pemilu 2024 atas nama partai, bukan perseorangan caleg. 

"Jadi bukan pergerakan atas nama personal caleg, tapi organisasi," kata dia Kamis (8/2/2024). 

Jekek, begitu juga dia disapa mencontohkan, misalnya salah satu masalah yang ada di Wonogiri saat ini adalah kemiskinan, maka pihaknya selalu menyampaikan PDI Perjuangan ingin mengentaskan kemiskinan. 

"Jadi bukan caleg yang ingin mengentaskan kemiskinan, kan tidak bisa. Yang bisa itu kan program yang diinisiasi oleh partai, bukan personal, filosofinya itu," jelasnya. 

Baca juga: Gibran Hormati Kampanye Terakhir Ganjar-Mahfud di Solo, Ada Kirab Hingga Bagi 100 Ribu Makan Gratis

Saat disinggung apakah para calegnya sudah kuat di daerah masing-masing, Jekek tak menampik hal itu. Menurutnya para caleg sudah turun ke bawah menyapa masyarakat sejak lama. 

Menurutnya seperti halnya ibu hamil, ibu hamil tentunya memerlukan perawatan, pemeriksaan rutin serta pemenuhan gizi yang cukup agar sehat dan bayi tidak stunting. 

"Maka di politik sama, harus ada perawatan, pemeriksaan, evaluasi. Diperiksa partai siap tidak, kira-kira kan begitu, Apa yang dijanjikan apa yang bisa terelaisasikan," kata Jekek. 

Saat disinggung apakah dengan hanya menampilkan gambar partai menjadi salah satu strategi dan cara elegan untuk berkampanye di masa kampanye ini, Jekek menyerahkan penilaian ke masyarakat. 

"Ya monggo masyarakat bisa menilai bahwa fungsi parpol direpresentasikan lewat APK yang kami tampilkan, publik lebih bisa menerima itu kan? Tidak perlu foto bergaya," kata dia. 

Selain itu, jumlah APK berupa baliho milik partainya juga lebih sedikit dibandingkan dengan partai lain. Jekek beranggapan, siklus Pemilu lima tahunan bukan untuk adu APK, siapa yang paling banyak. 

"Berapa investasi yang dikeluarkan untuk cetak APK hanya untuk membangun popularitas? Tidak lah, bagi kami siklus lima tahunan menjadi suatu yang bersifat rutin," ujarnya. 

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved