BPBD Jateng Fokus Evakuasi Warga Terjebak Banjir di Demak, Tanggul Jebol Ditutup dengan Sandbag
BPBD Jateng terus bergerak melakukan evakuasi pada korban banjir di Kabupaten Demak. Sebab, masih ada warga yang terjebak banjir.
Penulis: Advertorial Tribun Solo | Editor: Ryantono Puji Santoso
Sejumlah bantuan yang telah didistribusikan mulai dari Dinas Sosial Jateng, Baznas Provinsi Jateng, Korpri Jateng, dan Kementerian Sosial. Bentuk bantuannya mulai dari makanan siap saji, sembako, Kasur, tenda gulung, family kit, selimut, sandang dewasa, dan sandang anak.
Sementara itu, Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana mengatakan, bencana banjir di sejumlah daerah perlu jadi perhatian bersama.
Ia mengingatkan masyarakat, pemerintah daerah, petugas tanggap bencana, dan lainnya untuk tetap waspada dan siap siaga.
"Ada bencana banjir di Grobogan (lalu di Demak) karena hujan dengan intensitas tinggi sehingga terjadi luapan air sungai dan tanggul sungai jebol. Ini harus menjadi atensi kita bersama," kata Nana beberapa waktu lalu.
Nana meminta kepada seluruh bupati dan walikota harus bisa memetakan lokasi rawan bencana. Baik bencana banjir, tanah longsor, atau bencana lain yang berpotensi merugikan kegiatan masyarakat.
"Antisipasi betul, pantau terus kondisi daerah dan informasi BMKG. Lebih baik mengantisipasi sejak awal," jelasnya.
Sementara itu berdasarkan data yang dikeluarkan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, beberapa wilayah Jawa Tengah berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada tanggal 9 - 11 Februari 2024. Pada waktu tersebut diprediksi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Kondisi tersebut disebabkan oleh aktivitas Monsun Asia disertai adanya potensi seruakan dingin dan aktifnya gelombang atmosfer Rossby Ekuator. Aktivitas itu membuat peningkatan masa udara basah di wilayah Indonesia bagian Barat dan Selatan ekuator, termasuk wilayah Jawa Tengah.
Oleh karena itu, warga Jawa Tengah diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Bagi warga Demak yang butuh bantuan darudat bisa menghubungi BPBD setempat di nomor telepon: (0291) 682200. Sedangkan bagi warga Kabupaten Kudus bisa menghubungi BPBD Kudus dengan nomor telepon: (0291) 4250022.
Adapun posko aduan di BPBD Jateng bisa menghubungi 08121556495 atau 08813809409. (*)
Asal-usul Desa Juwiring di Klaten, Kisah Ki Ageng Juwiring Taklukkan Wilayah Lewat Pendekatan Agama |
![]() |
---|
Kronologi Lengkap Guru Madin Ahmad Zuhdi di Demak, Sempat Didenda Rp 25 Juta Setelah Menampar Murid |
![]() |
---|
PLN Wujudkan Listrik Berkelanjutan Jelang HUT ke-80 RI, Dukung Pertumbuhan Kawasan Industri Demak |
![]() |
---|
Langkah Gibran Atasi Banjir di Kota Tangerang: Minta Pendataan, Janji Segera Bahas Solusi |
![]() |
---|
Obrolan Siswi SD di Demak Bikin Penjual Kantin Syok, Diperlakukan Seperti Film Walid Oleh Oknum Guru |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.