Berita Boyolali
Harga Cabai, Bawang, Hingga Telur di Boyolali Kompak Naik, Gegara Permintaan Tinggi, Pasokan Minim
Tak hanya beras, harga komoditas pangan, seperti cabai, bawang, gula juga mengalami kenaikan.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Adi Surya Samodra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Tak hanya beras, harga komoditas pangan juga mengalami kenaikan.
Berbagai komoditas pangan, seperti cabai, bawang, gula hingga gandum terus mengalami kenaikan.
Kenaikan harga itu selain tingginya permintaan di bulan Ruwah (kalender Jawa), juga karena berkurangnya pasokan dari petani.
Cabai teropong misalnya.
Harga saat ini hampir menyentuh Rp 100 ribu per kilogram.
Baca juga: Harga Beras Eceran di Solo Capai Rp18 Ribu, Gibran Pastikan Bakal Intervensi Melalui Operasi Pasar
Sedangkan untuk cabai rawit merah naik dari Rp 60 ribu menjadi Rp 75 ribu per kilogram.
Kenaikan harga ini juga terjadi pada kentang.
Dari sebelumnya Rp 16 ribu per kilogram menjadi Rp 20 ribu per kilogram.
Kemudian selada juga naik menjadi Rp 25 ribu per kilogram.
Termasuk seledri tembus Rp 35 ribu per kilogram.
"(Kenaikan harga) karena faktor cuaca, kan hujan terus. Meski pasokannya aman, kadang ya kurang-kurang, pas kulakan sampai pasar sayur barangnya malah gak ada," kata Heri Widiyanto, salah satu pedagang pasar Boyolali, Rabu (21/2/2024)
"Barangnya juga susah karena faktor petani," tambahnya.
Baca juga: Gegara 6 Warga Luar Ikut Nyoblos, Dua TPS di Teras Boyolali Bakal Gelar Coblosan Ulang
Pedagang lainnya, Heni Nila Sari, mengatakan hal yang sama.
Dia menyebut bawang putih dari harga awal Rp 35 ribu kini menjadi Rp 40 ribu per kilogram.
| ALASAN Sopir Pikap Divonis 8 Bulan Bui Pasca Buat Petani Tewas Terlempar di Boyolali, Dianggap Lalai |
|
|---|
| Sopir dalam Insiden Laka Mobil Pikap Sayur di Selo Boyolali Divonis 8 Bulan Penjara |
|
|---|
| 3 Fakta Menghitamnya Sungai di Sambi Boyolali, Pelaku Pembuang Limbah yang Cemari Diminta Bertobat |
|
|---|
| Diduga Tercemar Limbah, Sungai di Sambi Boyolali Keruh Hitam dan Berbau |
|
|---|
| Warga di Dua Desa Boyolali Resah, Sungai yang Biasa Mereka Gunakan Tercemar Limbah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Pedagang-sayur-di-Pasar-Boyolali-Kota.jpg)