Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Kecelakaan Maut di Mojo Kulon Sragen

Sebelum Meninggal karena Kecelakaan, Pengawai Dishub Sragen Sempat Laporkan Hasil Rapat

Pegawai Dishub Sragen yang meninggal dunia sempat melaporkan hasil rapat ke pimpinan. Dia merupakan satu pegawai yang terbaik.

TribunSolo.com / Istimewa
Andri Dwi Raharjo, pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Sragen yang menjadi korban kecelakaan maut di Mojo Kulon, Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan/Kabupaten Sragen, Rabu (28/2/2024) semasa masih hidup 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Etos kerja mendiang Andri Dwi Raharjo (44) tidak perlu dipertanyakan. 

Dia adalah karyawan Dishub Sragen yang dikenal rajin. 

Bahkan sebelum meninggal, dia sempat menghadiri rapat dengan dinas lain. 

Andri Dwi Raharjo (44) yang menjabat sebagai Teknisi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Dishub Sragen itu meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sragen, Raden Suparwoto mengatakan Andri dikenal sosok yang luar biasa saat bekerja.

Sosok Andri dikenal baik, dan salah satu pegawai paling rajin di Dishub Sragen.

"Mas Andri orangnya baik, kemudian supel, dan aktif, paling rajin," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (28/2/2024).

Ia menambahkan sebelum meninggal dunia, Andri sudah menyelesaikan dua pekerjaan.

Diketahui, Andri meninggal dunia di Jalan KH. Agus Salim di Kampung Mojo Kulon, Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan/Kabupaten Sragen, Rabu (28/2/2024) sekira pukul 10.06 WIB.

Baca juga: Taruh Sepeda, Warga Mojo Kulon Dengar Suara Benturan, Dicek Pegawai Dishub Sragen Tewas Kecelakaan

"Tadi pagi sebelum kecelakaan, kita ada kegiatan RAT, bliau sudah sampai sana duluan, laporan kondisi persiapan disana," jelasnya.

"Kemudian rapat di DLH, mewakili Dishub, sempat melaporkan hasilnya di grup, hasil rapat di DLH begini-begini, setelah itu perjalanan mau ikut RAT di kantor, namun beliau mengalami kecelakaan," tambahnya.

Lokasi kecelakaan dengan kantor Dishub Sragen sendiri hanya berjarak 400 meter.

Kecelakaan itu Andri alami, saat mendahului truk di depannya, dan tidak mengetahui, ada sepeda motor yang melintas dari arah berlawanan.

Andri pun terjatuh dengan mengalami luka berat pada kepala dan mengalami patah tulang pada leher, sedangkan sepeda motornya tersangkut tali truk hingga terseret sejauh 10 meter.

"Kami mohon doanya ya untuk Mas Andri," pungkas Suparwoto. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved