Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pemilu 2024

PDIP Solo Tak Pede di Pilkada 2024, Buka Kans Koalisi, Singgung Era Jokowi-Rudy Menang Mutlak

PDIP Solo tidak lagi sepercaya diri seperti saat Pilkada Solo 2020, terlebih untuk berkontestasi di Pilkada Solo 2024. 

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Adi Surya
Ilustrasi Bendera Partai PDIP 

Misalnya, saat Pilkada 2010, PDIP berkoalisi dengan PAN dan PKS. 

Koalisi tersebut mengusung pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan FX Hadi Rudyatmo (FX Rudy).

Pasangan tersebut bersaing dengan Edy Wirabhumi - Supradi. 

Mereka mampu unggul mutlak dengan raihan 248.243 atau 90,09 persen suara.

Lalu pada Pilkada 2015, PDIP Solo memilih mengusung sendiri lewat pasangan FX Rudy dan Achmad Purnomo.

Pasangan Rudy-Purnomo tersebut menghadapi pasangan Anung Indro Susanto - Muhammad Fajri.

Rudy - Purnomo mampu menang dengan torehan 169.902 atau 60,39 persen.

Baca juga: Ketua PKB Karanganyar Sulaiman Rosyid Mundur dari Caleg DPRD Karanganyar, Digantikan Putranya

Kemudian Pilkada 2020, PDIP Solo mengusung Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa.

Pasangan tersebut mendapat dukungan mayoritas partai di kota Solo.

Diantaranya, PAN, Golkar, Gerindra, PSI, Demokrat, dan PKB.

Hanya PKS yang memilih abstain dalam Pilkada 2020 tersebut.

Gibran - Teguh menghadapi pasangan independen Bagyo Wahyono - FX Suparjo.

Pilkada Solo 2020 dimenangkan Gibran - Teguh dengan raihan 225.451 atau 86,5 persen.

Teguh mengatakan PDIP Solo juga membuka kans untuk mendukung pasangan calon yang disodorkan.

“Berkoalisi bisa saja kalau calonnya disodorkan, bisa juga hanya mendukung," ucap dia.

"Kalau kemarin waktu Pak Jokowi yang kedua dan Pak Rudy, didukung oleh PAN dan PKS. Kekuatan kita jadi 91 persen,” tambahnya.

(*)

Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved