Berita Solo
Kisah Angkringan Pikul Mbah Senen, Satu-satunya di Solo, Setengah Abad Lebih Berjualan
Di salah satu sudut Pintu Barat Terminal Tirtonadi Solo ketika malam menjelang ada seorang pria tua yang menjajakan dagangannya.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Adi Surya Samodra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto Nugroho
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Di salah satu sudut Pintu Barat Terminal Tirtonadi Solo ketika malam menjelang ada seorang pria tua yang menjajakan dagangannya.
Pria tersebut sering disapa Mbah Senen (72).
Mbah Senen sendiri merupakan warga asal Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen yang telah lebih dari setengah abad menjalani profesi sebagai pedagang angkringan pikul.
Angkringan pikul sendiri hampir sama dengan angkringan gerobak.
Hanya yang membedakan adalah makanan yang dijajakan dipikul oleh penjualnya.
Baca juga: IDE Bisnis : Gerobak Angkringan Bayat Klaten, Harga Mulai Rp 1,4 Juta, Dijual Sampai Luar Jawa
Selain itu, penjual angkringan pikul biasanya tidak menjajakan minuman, hanya makanan saja.
Ditemui TribunSolo.com, Mbah Senen mengatakan bahwa dirinya telah menjalani profesi yang mungkin tinggal satu-satunya di Solo ini sejak remaja.
Tepatnya sejak tahun 1969.
Awalnya, ia diajak teman kampungnya untuk merantau ke Kota Solo menjadi pedagang angkringan.
"Dulu karena diajak teman. Mulai datang ke Solo untuk berjualan tahun 1969," ujar Mbah Senen.
Pria yang tidak mengenyam bangku pendidikan tersebut awalnya berjualan dengan rute di kawasan Mojosongo, Solo.
Namun setelah Terminal Tirtonadi mulai dibangun, ia akhirnya berkeliling di sekitar terminal.
"Saya sudah jualan keliling mikul di daerah Mojosongo, debegan, bibis. Dulu masih belum ada terminal di sini. Terminalnya masih di Gemblegan," sambungnya.
Baca juga: 9 Rekomendasi Wedangan HIK Solo saat Libur Lebaran 2024, Cobain Nasi Kucing Hingga Es Kampul
Pria yang memiliki 5 anak, 11 cucu dan 2 cicit itu mengambil dagangan dari juragan angkringan untuk dijajakan.
| Duduk Perkara Kasus Bigmo, Ditetapkan Tersangka Dugaan Pencemaran Nama Baik saat Live di Solo |
|
|---|
| Main Ponsel Saat Mengemudi, Sopir Pikap Terjepit 1,5 Jam Usai Tabrak Bus di Jalan Ahmad Yani Solo |
|
|---|
| Biaya Hidup di Kota Solo Murah? Simak Faktor yang Membuat Biaya Hidup di Surakarta Relatif Murah |
|
|---|
| 5 Toko Jas Hujan di Solo Jateng, Sediakan Aneka Jas Hujan Berkualitas dan Harga Bervariasi |
|
|---|
| Nikmati Pensiun di Solo Jateng, Jokowi Banyak Tawaran jadi Juru Kampanye Calon Kepala Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ANgkringan-mbah-senen-solo.jpg)