Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Solo

Gibran Gelontorkan Rp3,5 Miliar dari Hibah UEA Tangani Stunting di Solo, Penerima Ibu Hamil dan Bayi

Dana hibah dari UEA digunakan Wali Kota Solo untuk penanganan stunting. Sasaran dari program ini adalah ibu hamil dan bayi di bawah dua tahun.

TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menggelontorkan Rp 3,5 miliar untuk menangani stunting di Kota Solo.

Dana ini berasal dari hibah pemerintah Uni Emirat Arab (UEA).

Sekitar 880 penerima menjadi sasaran program ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Solo, Purwanti menjelaskan sasaran program terdiri dari ibu hamil dan bayi di bawah dua tahun.

“Rp3,5 M termasuk biaya administrasi. Semuanya Rp3,5 M untuk dapur sehat atasi stunting. Ada dari UEA 880, ibu hamil 200 sekian,” terangnya.

Selama ini program untuk peningkatan gizi ibu hamil dan anak berisiko stunting sudah berjalan meski dengan sasaran yang terbatas.

Maka dari itu, dengan dana hibah ini pihaknya akan menerapkan program dengan sasaran lebih banyak.

Baca juga: Beda Pendapat Sandiaga dan Gibran Soal Game Kekerasan, Singgung Soal Pemblokiran dan Pembatasan Usia

“Menunya banyak sudah ada kader dilatih untuk proses masaknya, apa yang harus dipenuhi proteinnya, kalorinya. Itu disusun menu setiap 10 hari,” jelasnya.

Setiap hari selama 4 bulan mereka akan dipasok makanan siap makan sesuai dengan kebutuhan gizinya.

Dua menu pagi dan siang diantar oleh kader ke rumah masing-masing penerima.

“Sasarannya diterima makanan siap makan. Sudah dimasak. Jadi lama pemberian itu 3-4 bulan setiap hari. Kader memasak setiap hari. Diantar ke keluarga sasaran. Sesuai jam makannya makan pagi dan siang. Jam 08.00 WIB sudah mulai distribusi,” terangnya.

Hibah tersebut saat ini sudah ada di kas Pemerintah Kota Solo. Selanjutnya uang akan dicairkan ke rekening tiap kelompok kerja untuk selanjutnya dibelanjakan bahan masakan sesuai kebutuhan.

“Anggaran itu diberikan dalam bentuk uang disalurkan melalui rekening kelompok kerja dapur sehat di kelurahan. Kelompok kerja ini tugasnya memasak belanja, mendistribusikan, memantau terkait dengan memantau masakan itu sampai atau tidak,” jelasnya.

Selain diantar ke rumah masing-masing, pihaknya juga mendapat arahan untuk sesekali mengadakan makan bersama agar anak-anak lebih semangat dalam mengikuti program ini.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved