Berita Solo

Beda Sikap, Pemprov Jateng Larang Study Tour, Pemkot Solo Justru Pertahankan

Pemkot Solo tetap mempertahankan adanya study tour. Namun, mereka mengatur regulasi kegiatan ini lebih ketat termasuk soal keamanan.

Tribunsolo.com/Andreas Chris
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Solo, Dian Rineta, saat ditemui TribunSolo.com, Senin (17/7/2023) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tiap pemerintah mengambil sikap berbeda menanggapi kecelakaan bus maut di Subang yang merenggut belasan siswa.

Jika Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melarang study tour, Pemerintah Kota Solo justru mempertahankan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo Dian Rineta menjelaskan pihaknya akan mengatur tata laksana study tour agar pelaksanaannya bisa aman dan nyaman.

“Intinya kita memang tidak reaktif dengan kebijakan yang diambil Dinas Provinsi Jawa Tengah untuk SMA dan SMK. Yang kami lakukan yang memberi tata laksana pelaksanaan study tour,” jelasnya.

Hal pertama yang harus ditekankan bahwa study tour tidak boleh diwajibkan untuk siswa.

Sedangkan untuk penilaian bisa dicarikan alternatif sehingga mereka tetap mendapatkan penilaian seperti halnya yang ikut study tour.

Baca juga: Pelarangan Study Tour Beredar, Pengusaha Mulai Cemas Akan Hantam Biro Perjalanan Wisata di Solo

“Yang pertama pelaksanaan kegiatannya sendiri secara prinsip tidak wajib. Study tour selama 3 tahun hanya satu kali. Sifatnya tidak wajib,” jelasnya.

Menurutnya, untuk kegiatan outing class bisa dianggarkan melalui Dana Bantuan Sekolah (BOS) asalkan diselenggarakan di dalam kabupaten atau kota.

“Bagi anak yang tidak berkenan atau tidak mau itu dapat melakukan outing di lingkungan Kota Surakarta dan itu bisa dibiayai BOS untuk kota terdekat,” terangnya.

Jika siswa ingin ikut namun terkendala biaya, ia meminta sekolah menyelesaikannya secara kekeluargaan.

Menurutnya sejauh ini masalah semacam ini bisa diselesaikan dengan baik.

“Bagi anak yang mau ikut tapi ada kendala pembiayaan itu bisa dikomunikasikan dengan kepanitiaan sekolah. Sejauh ini pantauan kami bisa diselesaikan. Yang memiliki kendala kekeluargaan bisa diselesaikan untuk ikut,” ungkapnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved