Berita Solo

Pelarangan Study Tour Beredar, Pengusaha Mulai Cemas Akan 'Hantam' Biro Perjalanan Wisata di Solo

Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Surakarta, Mirza Ananda mengaku telah merasakan dampak dari pelarangan ini.

TribunSolo.com / Canva
Ilustrasi tur 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Menyusul tragedi bus maut di Subang, larangan mengadakan study tour pun beredar di media sosial.

Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Surakarta, Mirza Ananda pun mengaku telah merasakan dampak dari pelarangan ini.

“Dampaknya itu luar biasa. Tadi saya sudah mendata temen-temen, dan saya sendiri juga mengalami,” ungkapnya saat dihubungi Kamis (16/5/2024).

Para orang tua pun mencemaskan keselamatan putra-putrinya yang saat ini masih dalam perjalanan.

“Ini saya ada rombongan study tour di Malaysia, belum pulang. Pulang malam ini. Orang tua sudah gusar semua karena turunnya kan memang di Surabaya, dari sana ke Solo-Jogja,” terangnya.

Sedangkan untuk beberapa perjalanan yang akan diselenggarakan, mereka menanyakan apa saja bus yang dipakai.

Baca juga: Kejanggalan Bus Maut Rombongan Siswa SMK Kecelakaan di Subang, Ternyata Bus Tua dengan Casing Baru

Mirza pun langsung mengganti bus baru agar para konsumen tidak khawatir.

“Semua pada tanya busnya pakai apa. Langsung saya ganti dengan bus baru tahun 2024 biar orang tua nggak galau,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mempercayakan pengawalan kepada pihak kepolisian agar orang tua siswa yang mengikuti study tour tidak khawatir.

“Tadi malam saya juga ada rombongan study tour, ke Bandung, ke Lembang juga. Itu kami kasih Patwal. 4 hari Patwal polisi supaya orang tua tidak galau,” terangnya.

Bahkan ada perjalanan yang hampir dibatalkan karena kejadian ini.

Setelah upaya melobi akhirnya pihaknya berhasil meyakinkan para orang tua siswa bahwa perjalanan dipastikan aman.

Baca juga: Teka-teki di Tangan Owner Siapa Bodi Bus Maut Dirombak Masih Misteri, Ini Penjelasan Dishub

“Besok tanggal 21 kami ada ke Malang, membawa rombongan study tour juga, hari ini hampir di-cancel. Akhirnya saya kasih semua. Jadi orang tua minta data KIR, data pajak, kami kasih semua itu data 2023 akhir. Terbaru,” ungkapnya.

Ia juga sempat mengecek ke beberapa temannya yang menjalankan bisnis serupa. Ada yang dibatalkan, ada pula yang masih menggantung.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved