Pilkada 2024
Jekek Tanggapi Kader PDIP Wonogiri yang Nyabup Lewat Gerindra: Biar Masyarakat yang Menilai
Jekek tak mengambil pusing ada kader PDIP yang mendaftar bacabup di Gerindra. Dia membiarkan untuk masyarakat yang menilai.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Ketua DPC PDI Perjuangan Wonogiri, Joko Sutopo atau Jekek angkat bicara soal langkah salah satu kadernya, Tarso yang mendaftar calon bupati di Partai Gerindra.
Jekek menyebut, dalam kapasitas Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan, dia menghormati sikap politik Tarso sebagai individu.
Meski begitu, Jekek berpandangan saat seseorang sudah menentukan garis politik, seharusnya mempunyai pemahaman dan disiplin terhadap statusnya sebagai salah satu anggota parpol.
"Atas nama kebebasan boleh, tapi bebas yang diatur. Karena demokrasi ada edukasi, visi, tanggungjawab terhadap sikap dan tindakan, maka dibutuhkan integritas. Kita menghormati tapi kebebasan yang diatur untuk menjamin bahwa kebebasan bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya, Senin (27/5/2024).
Jekek menyebut, PDI Perjuangan Wonogiri juga tidak akan memberikan sanksi ke Tarso, karena menurutnya tidak akan berdampak terhadap apapun.
Ia membiarkan agar hal ini menjadi ruang publik masyatakat.
Dalam profesi apapun, kata dia, menurutnya ada tanggung jawab dan konsekuensinya.
Baca juga: Jekek Tak Khawatir Penjaringan Cabup PDIP Wonogiri Terbilang Masih Sepi, Ini Sebabnya
"Kami tidak bicara sanksi karena itu menurut kami tidak akan membuat dampak apapun, ini menjadi ruang publik untuk masyarakat bisa menilai, bahwa profesi apapun tentu didalamnya ada etik, harus ada kesadaran. Bahwa atas profesinya ada tanggung jawabnya, atas pilihannya ada konsekuensinya, kan begitu," katanya.
Selain itu, Jekek juga tak akan mempermasalahkan status Tarso sebaga kader PDI Perjuangan Wonogiri.
Bagi Jekek, status kader bukan terletak pada administrasi, namun lebih ke sikap dan pemikiran seseorang.
Jekek beranggapan, jika hanya dipandang dari administrasi maka tidak akan menyelesaikan masalah.
Seorang kader harus bisa bertanggungjawab dan sadar atas visi, misi serta ideologi kepartaian.
"Kader atau bukan kader itu bukan pada wilayah administrasinya, kader atau bukan itu bagi seorang Jekek tindakannya, sikapnya, pemikirannya, bukan administrasinya. Kalau wilayah administrasi tidak menyelesaikan masalah," kata dia
"Kalau sikap, tindakan, pemikiran tidak linier dengan partai, otomatais bukan seorang kader. Tidak perlu pemecatan dan sanksi, toh masyarakat akan menilai," imbuhnya.
Di bagian lain, Jekek menyebut PDI Perjuangan Wonogiri telah berupaya melakukan penghormatan kepada parpol lain saat proses penjaringan calon kepala daerah.
Salah satunya yakni pada saat pendaftaran, seseorang yang mendaftar kepala daerah melalui PDI Perjuangan harus melampirkan bukti tidak menjadi anggota parpol lain. (*)
| Link Live Streaming Pelantikan Kepala Daerah 2025 Pagi Ini, Respati dan Astrid Termasuk |
|
|---|
| Ratusan Kepala Daerah Batal Dilantik 6 Februari 2025, Termasuk yang Ada di Solo Raya |
|
|---|
| Hattrick Gagal Pileg hingga Pilkada, Vicky Prasetyo Sebut Tak Akan Menyerah di Dunia Politik |
|
|---|
| Masih Bestie dengan Ketua DPC Solo Tapi Tak Lagi Bagian PDIP, Jokowi : Berarti Partainya Perorangan |
|
|---|
| Gagal Pilkada Kota Batu 2024, Kris Dayanti Cium Tangan dan Minta Maaf kepada Megawati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Ketua-DPC-PDI-Perjuangan-Wonogiri-Joko.jpg)