Berita Solo

Program Makan Gratis untuk Anak Risiko Stunting dari Hibah UEA Diundur Bulan Juni

Kepala DP3AP2KB Solo, Purwanti baru akan memulai program makan gratis untuk anak dan ibu hamil berisiko stunting dari dana hibah UEA.

|
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Ahmad Syarifudin
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Solo, Purwanti baru akan memulai program makan gratis untuk anak dan ibu hamil berisiko stunting dari dana hibah Uni Emirat Arab (UEA) bulan Juni 2024 mendatang.

Sebelumnya program semacam ini memang sudah dijalankan dengan dana yang dihimpun dari Corporate Social Responsibility (CSR).

Pihaknya akan menghabiskan anggaran ini dulu.

Baru setelah itu anggaran dari hibah UEA dijalankan.

Insyaallah Juni jalan. Beberapa kelurahan menghabiskan anggaran CSR sampai akhir bulan ini,” terangnya saat dihubungi Minggu (26/5/2024).

Baca juga: Sempat Mangkrak, Proyek GOR Indoor Manahan Dilanjutkan dengan Hibah UEA, Anggaran Capai Rp49 Miliar

Sebelumnya, ia menargetkan program dari hibah UEA bisa berjalan beberapa hari lalu.

“Harapannya tanggal 16 (Mei) sudah mau mulai,” tuturnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menggelontorkan Rp 3,5 miliar untuk menangani stunting di Kota Solo.

Dana ini berasal dari hibah pemerintah Uni Emirat Arab (UEA). Sekitar 880 penerima menjadi sasaran program ini.

Purwanti menjelaskan sasaran program terdiri dari ibu hamil dan bayi di bawah dua tahun.

“3,5 M termasuk biaya administrasi. Semuanya 3,5 M untuk dapur sehat atasi stunting. Ada dari UEA 880, ibu hamil 200 sekian,” terangnya.

Selama ini program untuk peningkatan gizi ibu hamil dan anak berisiko stunting sudah berjalan meski dengan sasaran yang terbatas.

Maka dari itu, dengan dana hibah ini pihaknya akan menerapkan program dengan sasaran lebih banyak.

“Menunya banyak sudah ada kader dilatih untuk proses masaknya, apa yang harus dipenuhi proteinnya, kalorinya. Itu disusun menu setiap 10 hari,” jelasnya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved