Berita Solo
Isu Dugaan Penyuapan di NU Solo Bakal Segera Dibahas PWNU Jateng
Isu dugaan penyuapan yang terjadi dalam pemilihan Ketua Tanfidzyah dan Rois Syuriah Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Solo mneyeruak.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Adi Surya Samodra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto Nugroho
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Isu dugaan penyuapan yang terjadi dalam pemilihan Ketua Tanfidzyah dan Rois Syuriah Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Solo untuk periode 2024-2029 menyeruak beberapa waktu belakangan ini.
Isu tersebut beredar setelah Satgas Tim Penjaga Marwah NU Solo menemukan sejumlah kejanggalan jelang Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Solo pada 11 Mei 2024 lalu.
Bahkan Satgas Tim Penjaga Marwah NU Solo juga telah menyurati Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan PBNU terkait dugaan pengkondisian dalam Konfercab PCNU Solo yang menunjuk Muhtarom sebagai Rois Syuriah dan Mashuri sebagai Ketua Tanfidziyah.
Menanggapi dugaan suap dalam Konfercab PCNU Solo, mantan Rois Syuriah sekaligus Wakil Ketua Rois Syuriah PWNU Jateng, Kyai Haji Shofwan Fauzi menegaskan bahwa pemilihan pimpinan tingkat kota tersebut berjalan lancar.
Namun terkait isu dugaan yang berawal dari pertemuan salah satu kandidat Ketua Tanfidziyah PCNU Solo dengan sejumlah Majelis Wakil Cabang (MWC) di 5 kecamatan itu ia kurang mengetahuinya.
Baca juga: Respons Ketua PCNU Solo Jateng soal Dugaan Penyuapan, Siap Dipanggil PBNU
"Berkaitan dengan konfercab PCNU Solo yang sudah ada di media beberapa waktu itu memang prosesnya berjalan dengan baik sebetulnya," ujar KH Shofwan Fauzi saat ditemui di Pondok Pesantren Darul Karomah, Gandekan, Solo, Kamis (13/6/2024).
"Cuma masalah hal-hal yang sekarang jadi heboh itu saya sendiri tidak tahu, tahunya dari media malahan. Karena saya sudah bilang kepada teman-teman untuk periode 2024-2029 akan fokus di Jawa Tengah sebagai Wakil Rois PWNU Jateng," tambahnya.
Ia pun mengaku terkejut dengan adanya dugaan suap tersebut karena sejak bergabung dengan NU pada tahun 1987 hingga didapuk jadi Rois Syuriah selama 4 periode tidak pernah ada kejadian serupa.
"Yang jelas ada isu seperti kemarin itu, kami sebagai pengurus NU agak terkejut. Apalagi saya sudah ada di NU Solo itu sejak tahun 1987 dan sempat jadi Rois Solo itu 4 periode," tambahnya.
"Dan dari dulu Alhamdulilah berjalan baik dan tidak pernah ada permasalahan. Kalau sekarang ada persoalan yang berkembang seperti ini, mohon maaf, banyak yang tidak paham tentang NU di pengurus tingkat cabang. NU itu organisasi keagamaan dan kemasyarakatan," lanjut Pengasuh Ponpes Darul Karomah.
Disinggung terkait surat yang dikirimkan oleh Tim Penjaga Marwah ke PWNU Jateng tentang dugaan suap tersebut.
Shofwan mengaku sudah mengetahuinya.
Tetapi sampai saat ini diakui Shofwan memang belum ada tanggapan dari pimpinan PWNU Jateng lantaran masih fokus dalam proses peralihan kepemimpinan.
"Dengar, tapi Kyai Ubadillah (Rois Syuriah PWNU Jateng) belum mengadakan rapat. Kan juga kepengurusan sekarang belum dilantik," kata dia.
| Duduk Perkara Kasus Bigmo, Ditetapkan Tersangka Dugaan Pencemaran Nama Baik saat Live di Solo |
|
|---|
| Main Ponsel Saat Mengemudi, Sopir Pikap Terjepit 1,5 Jam Usai Tabrak Bus di Jalan Ahmad Yani Solo |
|
|---|
| Biaya Hidup di Kota Solo Murah? Simak Faktor yang Membuat Biaya Hidup di Surakarta Relatif Murah |
|
|---|
| 5 Toko Jas Hujan di Solo Jateng, Sediakan Aneka Jas Hujan Berkualitas dan Harga Bervariasi |
|
|---|
| Nikmati Pensiun di Solo Jateng, Jokowi Banyak Tawaran jadi Juru Kampanye Calon Kepala Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/PWNU-Jateng-2024-1.jpg)