Bayi Nampak Capek dan Butuh Dipijat? Lebih Baik Dibawa ke Fisioterapi, Ini Sebabnya!

Menurut Kepala Unit Fisioterapi RS JIH Solo, Pinto membawa anak yang akan dipijat ke fisioterapi lebih aman ketimbang ke tempat pijat anak lainnya

Istimewa
Kepala Unit Fisioterapi Rumah Sakit JIH Solo, Pinto. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto Nugroho

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sebagai orang tua yang baru memiliki anak biasanya ingin putra atau putrinya mendapatkan yang terbaik untuk buah hatinya. Termasuk soal kesehatan anak.

Sebagai contoh, tak jarang ketika anak terlihat sering rewel dan menangis, ada orang tua yang beranggapan buah hatinya sedang mengalami lelah fisik dan butuh mendapatkan perawatan dengan pijat bayi.

Menurut Kepala Unit Fisioterapi Rumah Sakit JIH Solo, Pinto membawa anak yang akan dipijat ke fisioterapi lebih aman ketimbang ke tempat pijat anak lainnya.

Hal itu diakui Pinto karena sebelum mendapatkan penanganan seperti pijat dan urut. Fisioterapis akan lebih dulu meriksa kondisi anak dengan tujuan mengetahui diagnosa dari kondisi anak tersebut.

"Pijat bayi itu sendiri memiliki manfaat yang mampu berpengaruh terhadap peningkatan berat badan, bayi jadi akan merasa lebih tenang, mampu meningkatkan perkembangan motorik kasar pada bayi dan bisa meningkatkan kualitas tidur", Imbuh pinto.

Sebagai bahan pertimbangan orang tua, ada 3 alasan mengapa orang tua dianjurkan lebih memilih fisioterapi dibanding lainnya dalam melakukan pijat bayi. Pertama, fisioterapi akan melakukan pemeriksaan fisik sebelum dilakukan pemijatan, hal inilah yang tidak didapati di tempat lain.

Baca juga: Tak Hanya untuk Cedera Olahraga, Ini Sejumlah Keuntungan Fisioterapi di RS JIH Solo

"Pemeriksaan adalah yang paling utama dalam pemberian tindakan, sebab melalui pemeriksaan kita dapat melakukan tindakan yang tepat. Pemeriksaan dimulai dari hal yang terlihat sampai yang tidak terlihat jelas. Mulai dari Panjang otot, Bentuk tubuh, lingkar anggota tubuh adalah beberapa hal yang dapat terlihat oleh kita sebagai orang tua. Sedangkan reflek, pola gerak, dll adalah beberapa hal yang tidak dengan jelas mampu kita lihat. Hal yang tidak jelas ini baru muncul saat dilakukan tes-tes khusus yang bisa dilakukan oleh fisioterapi," katanya.

Kedua, apabila dalam pemeriksaan pertama ditemukan kelainan atau keterlambatan tumbuh kembang anak bisa langsung dilakukan tindakan fisioterapi.

Tindakan terapi ini adalah lanjutan dari hasil pemeriksaan yang pertama seperti salah satu gerakan pijat bayi biasa atau modifikasi latihan–latihan fisik sesuai dengan masalah atau keterlambatan yang ditemui.

Baca juga: Kapan Anak Perlu Ditangani Fisioterapi? Begini Kata Fisioterapis RS JIH Solo

"Gerakannya hampir sama seperti pijat bayi pada umumnya. Adapun dosis terapi latihan pada pijat bayi adalah kuat ringannya sentuhan, kecepatan sentuhan, pengulangan gerak, dan selalu memperhatikan respon gerakan yang muncul. Latihan dianggap berhasil apabila respon yang muncul sesuai dengan target yang di tetapkan oleh fisioterapis," jelasnya.

Ketiga, apabila dalam pemeriksaan tidak ditemukan masalah, maka fisioterapis menjaga perkembangan motorik dan sensorik anak sesuai usianya.

Bukan tanpa alasan, Pinto menerangkan bahwa fisioterapi memang telah dibekali terkait ilmu tumbuh kembang anak secara detail, berbeda dengan pijat anak ditempat lain.

"Dengan kata lain, ketika anak dibawa ke fisioterapi ketika butuh dipijat, anak tak hanya bisa sembuh dari capek tetapi juga bisa sekalian dicek terkait ada tidaknya gangguan keterlambatan tumbuh kembang pada anak kita," pungkasnya.

(*/adv)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved