Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Wonogiri

Enam Bulan Terakhir di Tahun 2024, Ratusan Kasus DBD Ditemukan di Wonogiri Jateng

Ratusan kasus demam berdarah dengue (DBD) ditemukan di Wonogiri sepanjang tahun 2024 atau dalam satu semester ini.

TribunSolo.com / Erlangga Bima
Ilustrasi fogging di Wonogiri 

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Ratusan kasus demam berdarah dengue (DBD) ditemukan di Wonogiri sepanjang tahun 2024 atau dalam satu semester ini.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri, Satyawati Prawirohardjo mengatakan ditemukan tersebar di semua kecamatan.

Ia menjelaskan berdasarkan datanya, semester pertama tahun 2024, Dinkes mendapatkan laporan demam dengan dugaan infeksi dengue sebanyak 1.508 kasus.

"Jadi dari laporan diverifikasi. Masuknya apa, apakah DD, DBD atau DSS," jelasnya.

Usai dilakukan verifikasi, ada 710 kasus demam dengue (DD), 258 kasus DBD, dan 6 kasus dengue shock syndrome.

Selain itu, ada 9 kasus kematian akibat DBD dan DSS. 534 lainnya tak masuk klasifikasi DD, DBD ataupun DSS.

Dari data itu, kata dia, tercatat insiden rates (IR) 24,67 per 100.000 penduduk. Angka itu di bawah target rencana strategis IR provinsi yakni 25 per 100.000 penduduk.

Baca juga: 14 Ruas Jalan di Wonogiri Jawa Tengah yang Dikerjakan Tahun Ini, Berikut Daftar Lokasinya

Sementara itu, di Wonogiri case fatality rate (CFR) DBD 3,03 persen. Target provinsi dan nasional kurang dari 2. Ia menyebut, di kedua tahun ini diharapkan CFR bisa ditekan.

Pasalnya, IR tak mungkin bisa turun karena akan ada kasus DBD baru di semester kedua tahun 2024 ini.

"DBD itu bukan penyakit di musim penghujan. Persepsi itu salah," jelasnya.

Ia menambahkan, salah satu cara yang paling optimal dalam memgantisipasi DBD adalah dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Caranya yakni melakukan 3 M plus yakni menguras atau membersihkan tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air dan memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas.

Selain itu juga dengan menaburkan bubuk abate di tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk dan lain sebagainya.

"Selain itu pencegahan juga bisa dilakukan dengan banyak hal. Diantaranya dengan menggunakan lotion anti nyamuk," ujar dia.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved