Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Klaten

Mengenal Kelas Jauh, Upaya Atasi Masalah Pendidikan SMA Anak Lereng Merapi di Klaten Jateng

Sejumlah upaya telah dilakukan agar anak-anak di Lereng Gunung Merapi, Klaten bisa mengenyam pendidikan SMA/SMK. 

Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Istimewa
Rombongan siswa saat momen pendaftaran sekolah jauh di lereng Gunung Merapi, Klaten. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Sejumlah upaya telah dilakukan agar anak-anak di Lereng Gunung Merapi, Klaten bisa mengenyam pendidikan SMA/SMK. 

Salah satunya dengan menghadirkan program kelas jauh. 

Kelas jauh ini banyak diikuti anak-anak dari desa lereng Merapi.

Termasuk, warga asal Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten.

Seperti yang diterangkan Kepala Desa Tlogowatu, Suprat Widoyo.

Baca juga: Curhat Orang Tua Murid di Lereng Merapi Klaten Jateng, Tidak Masuk Zonasi PPDB, SMAN Terdekat 12 Km

"Kelas jauh adalah sebuah sekolah, yang didirikan untuk mengakomodir anak-anak lulusan SMP di wilayah yang terdampak zonasi," ujar Suprat kepada Tribunsolo.com.

Sekolah yang paling dekat bagi warga Desa Tlogowatu adalah SMAN Karangnongko.

Itu jaraknya lebih kurang 12 kilometer dari desa ini. 

Kondisi tersebut membuat peluang anak-anak dari desa tersebut untuk diterima PPDB lewat jalur zonasi kecil.

Selain zonasi, juga untuk para siswa yang terdampak di jalur afirmasi, maupun yang tidak bisa ke sekolah negeri.

Siswa di kelas jauh, dikatakan Suprat, berasal dari beberapa wilayah sekitar Tlogowatu.

"Kemalang, Manisrenggo, Karangnongko, sebagian Tamansari (Boyolali)," jelasnya.

Baca juga: Hilang 4 Hari, Mbah Arjo Ditemukan Tewas di Sungai Klaten Jateng, Posisinya Tengkurap 

Kelas jauh ini sendiri telah berjalan selama 3 tahun, dan telah meluluskan 1 kelas.

Dipaparkan olehnya, bila setiap tahun jumlah murid meningkat.

"Dari 40, 46, dan 83. Dan kemarin yang mendaftar ada 121 siswa," ucapnya.

Kelas jauh ini sendiri membuka pendaftaran hanya 2 hari, yakni pada 16 sampai 17 Juli 2024.

Suprat mengatakan bila antusias para anak sangat luar biasa.

"Kita kasihan kalau mereka tidak mau melanjutkan sekolah, karena terhambat fasilitas yang ada," ungkapnya.

"Fasilitas (sekolah) itu tugas kita, tugas negara. Hak mereka itu melanjutkan belajar," tambahnya.

Baca juga: 6 Partai di Klaten Jateng Kerjasama di Pilkada 2024, Sepakat Usung Calon dari PDIP-Gerindra

Meski banyak yang mendaftar, Suprat mengatakan bila dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah hanya membuka 1 rombongan belajar (rombel) yang terdiri dari 36 siswa.

Sementara, kelas jauh sendiri merupakan solusi terakhir untuk para siswa mendapat sekolah.

"Kalau mereka tidak diterima, terus mereka tidak sekolah. Lha apa tidak kasihan, kalau mereka tidak bisa melanjutkan sekolah," kata Suprat.

Selain membuka pendaftaran sekolah negeri, pihaknya juga membuka pendaftaran sekolah swasta di balai desa. 

"Nyatanya (orang tua siswa) tidak mau. Pengennya belajar yang sekolah negeri, karena biaya," ucapnya.

Dia berharap, agar semua siswa yang mendaftar bisa diterima semua.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved