Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Klaten

Jembatan di Pepe Klaten Jateng Jadi Pekerjaan Berat Pembangunan Tol Solo-Jogja

Ruas salah satu jembatan Tol Solo-Jogja di Desa Pepe, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten masih menjadi salah satu pekerjaan berat dalam pembangunan.

Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Zharfan Muhana
Ruas salah satu jembatan Tol Solo-Jogja di Desa Pepe, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Ruas salah satu jembatan Tol Solo-Jogja di Desa Pepe, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten masih menjadi salah satu pekerjaan berat dalam pembangunan tol tersebut. 

Dari pantauan TribunSolo.com, pekerja masih mengeruk tanah menggunakan ekskavator untuk memadatkan tanah.

Sementara ada alat berat lain, yang akan dipakai untuk membuat kontruksi kaki jembatan.

Pekerjaan ini hanya memakan 1 sisi jalan dari arah Solo ke Jogja, sementara sisi satunya sudah bisa digunakan.

Direktur Teknik PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ), Pristi Wahyono memaparkan bila itu termasuk salah satu pekerjaan yang berat.

Baca juga: Update Tol Solo-Jogja, Menteri PUPR Minta Pengerjaan Ruas Kartasura-Klaten Kelar Akhir Agustus 2024

"Betul sekali, ya itu salah satu masalah (pekerjaan) yang berat yang harus kita selesaikan hingga Agustus," ujar Pristi kepada TribunSolo.com, Selasa (30/1/2024).

Sebelumnya, sisi jembatan tersebut terdapat makam yang belum dipindah.

Pemindahan makam Dusun Bladong sendiri baru dilakukan beberapa waktu yang lalu, sehingga pengerjaan bisa dilanjutkan kembali.

Menteri PUPR RI, Basuki sendiri sebelumnya telah melakukan peninjauan pada 24 Juli 2024.

Dalam tinjauannya, ia meminta kepada badan usaha jalan tol (BUJT) PT. Jasamarga Jogja Solo untuk menyelesaikan bangunan. Khususnya di paket 1 dari simpang susun Kartasura hingga Klaten.

"Terus semangat, akhir Agustus 2024 sudah selesai dari Kartasura sampai Klaten sepanjang 22 Km. Selanjutnya dari Klaten ke Prambanan hingga Purwomartani seluruhnya selesai tahun 2024 ini," ujar Menteri Basuki melalui keterangan tertulis.

Basuki juga menginstruksikan untuk menjaga kerapian median concrete barier atau pembatas jalan tol, termasuk kriteria dan standar teknis konstruksi jalan tol.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved