Jamaah Islamiyah Bubar

Jamaah Islamiyah Bubar, Begini Cara Eks Ketua Mantiqi 'Sadarkan' Anggota hingga Tingkat Bawah

Kini para pengikut paham radikal itu kembali membaur dengan masyarakat dan negara, serta mengakui Pancasila.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/TRI WIDODO
Mantan Ketua Mantiqi II, JI, Abu Fatih Abdullah Ansori Ibnu Muhammad Toyib. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo 

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN- Jamaah Islamiyah (JI) secara resmi telah dibubarkan.

Kini para pengikut paham radikal itu kembali membaur dengan masyarakat dan negara, serta mengakui Pancasila.

Setelah resmi bubar pada Juli 2024 lalu, kini eks pengikut JI terus melakukan dialog agar eks anggota JI yang "radikal" ini kembali melakukan aktivitas normal.

Baca juga: 3 Cara Sabarno, Eks Jamaah Islamiyah Tak Terendus dan Kabur dari Kejaran Densus 88 Selama 10 Tahun

Seperti yang terjadi pada eks anggota JI di Klaten, Jawa Tengah, Minggu (11/8/2024).

Sedikitnya 600 mantan pengikut JI di Klaten, menggelar dialog di gedung Haji Delanggu.

Menurut mantan Ketua Mantiqi II, JI, Abu Fatih Abdullah Ansori Ibnu Muhammad Toyib mengatakan selepas meninggalnya Abdullah Sungkar pada 1999 membawa perubahan besar bagi JI.

JI yang semula diirikan untuk membantu umat muslim yang dizalimi, berubah menjadi gerakan radikal.

Baca juga: Sosok Sabarno, Eks Jamaah Islamiyah yang 10 Tahun Jadi DPO Densus 88, Serahkan Diri saat JI Bubar

"Karena, tidak ada Amir yang bisa mengganti yang memiliki kemampuan seperti Ustaz Abdullah Sungkar, nah itu akhirnya menurun," katanya.

Tak adanya pimpinan sekaliber Abdullah Sungkar, membikin gerakan melenceng.

Termasuk terjadinya pengeboman yang dilakukan oleh anggota JI.

"Sebenarnya pengeboman itu bukan direncanakan, diperintahkan oleh organisasi JI. Itu ada dua sebab yang menonjol. Karena kepemimpinan JI lemah. Yang kedua punya kader yang melimpah," katanya.

Baca juga: Pejabat Kemenag Temui Tokoh-tokoh Eks Jamaah Islamiyah di Solo, Pastikan Pembubaran Bukan Gimmick

Sehingga, anggota JI yang memiliki kemampuan militer serta dipengaruhi faktor luar yang kemudian melakukan inisiatif sendiri.

Abu Fatih atas nama eksponen dan jamaah eks JI berterima kasih kepada aparat keamanan yang membuka wawasan mereka lewat dialog.

“Akhirnya pikiran mereka mengalir hingga pada keputusan membubarkan diri tanpa tekanan,” kata Abu Fatih .

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved