Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

KDRT Maut di Solo

Pengakuan Sedih Adik Korban KDRT Maut di Solo Jateng : Saya Nggak Tega Sama Kakak

Pihak keluarga tidak tega harus melakukan autopsi jenazah VH (42), korban KDRT maut di Solo, yang tewas dianiaya hingga tewas oleh suaminya sendiri AS

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Ahmad Syarifudin
Suasana otopsi jenazah korban VH (42) diduga meninggal karena KDRT. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pihak keluarga tidak tega harus melakukan autopsi jenazah VH (42), korban KDRT maut di Solo, yang tewas dianiaya hingga tewas oleh suaminya sendiri AS (47).

Korban menghembuskan napas terakhir pada 18 Agustus 2024 pukul 23.00 WIB. 

Adik korban, Yuda Yanutama (36) mengatakan rasa tidak tega itu yang juga membuat keluarga tidak segera melapor. 

“Saya nggak tega sama kakak karena harus diotopsi,” tuturnya saat ditemui di sekitar Makam Boto, Sumber, Banjarsari, Jumat (23/8/2024).

Adik korban menaruh curiga dengan kondisi sang kakak yang terdapat luka lebam di sekujur tubuh.

“Dini hari kondisi udah meninggal. Meninggalnya Minggu jam 11 malam. Pertama kali dibawa ke rumah sakit karena panas tinggi," ucap dia.

"Tapi waktu saya lihat di kamar jenazah luka lebam semua. Akhirnya saya ada pemikiran ada yang ganjil,” tambahnya.

Baca juga: Kesaksian Pilu Teman Korban KDRT Maut di Solo Jateng, Luka Lebam Ketahuan Saat Video Call

Ia pun telah berangkat ke Polresta Solo untuk membuat laporan. 

Namun ia urungkan karena tak tega jika harus mengotopsi kakaknya.

“Sebenarnya sewaktu setelah dikabari saya sampai di rumah sakit," ucap dia.

"Saya jam 3 ke polres pengennya bikin laporan. Cuma saya nggak jadi,” tambahnya.

Namun, setelah itu timbul merasa bersalah saat tahu ada tanda-tanda kekerasan di tubuh kakaknya tersebut.

Akhirnya memantapkan diri untuk laporkan Rabu (21/8/2024). 

“Karena dari awal nggak tega sebenarnya. Tapi kok dari saya sendiri saya merasa bersalah. Makanya saya matang untuk laporan Rabu siang,” ungkapnya.

Ia pun menepis kabar bahwa ada ancaman yang dilakukab sehingga ia mengurungkan niatnya untuk lapor. “Kalau ancaman nggak ada sama sekali,” terangnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved