Berita Klaten

Festival Sinden Muda di Klaten Diikuti Peserta dari Berbagai Daerah

Sebanyak 8 peserta ikuti Festival Sinden Muda yang digelar di Kabupaten Klaten. Disbudporapar sebut kegiatan sebagai kesambungan Festival Cilik.

Tayang:
TribunSolo.com/Zharfan Muhana
Caption: Festival pesinden nasional di Pendopo Monumen Juang, Kabupaten Klaten. Senin (16/9/2024). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Sebanyak 8 peserta mengikuti lomba festival sinden muda, yang diadakan di Pendopo Monumen Juang, Kabupaten Klaten. Senin (16/9/2024).

Kepala Dinas Budaya, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Klaten, Sri Nugroho mengatakan festival ini merupakan kesinambungan dari festival dalang cilik yang diadakan pada Minggu (15/9/2024).

"Kami mencari potensi-potensi, dalam 2 festival ini, mudah-mudahan bisa menggerakkan sesuatu kepada para pelaku sinden ini," ujar Nugroho kepada TribunSolo.com.

Ia menjelaskan, ada 8 peserta lomba sinden tingkat nasional yang diadakan.

"Ada dari Klaten, Ngawi, Karanganyar, Kediri, Jombang, dan Bandung," paparnya.

Baca juga: Mulai Terima Logistik Pilkada 2024, Gudang KPU Solo Akan Dijaga 24 Jam

Menurut Nugroho, menjadi pesinden merupakan hal tersulit ketimbang menjadi penyanyi. 

"Karena cangkok-cangkok, yang diselaraskan dengan (pukulan nada) gamelan. Ini agak sulit," ucapnya.

Nimas Ayu Puspita (18), menjadi salah satu peserta asal Desa Kepoh, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten.

Ia mengatakan, bila telah menjadi pesinden sejak masih bersekolah SD.

"Sebenarnya sejak SD (menjadi pesinden), ikut bapak kan bapak dalang. Sejak SD kelas 3," ujar Nimas.

Untuk menjadi pesinden, ia banyak belajar sendiri maupun dibantu sang ibu yang juga merupakan pesinden.

Bagi Nimas, menjadi pesinden merupakan hal yang membanggakan.

"Yang pastinya bangga gih, karena bisa membawa nama baik. Bisa melestarikan budaya juga," ucapnya.

Dengan adanya event festival sinden, Nimas berharap agar bisa berkembang.

"Yang pastinya bisa berkembang lagi, dan bisa menciptakan anak-anak bangsa yang menggemari budaya jawa," pungkasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved