Dear Para Ibu, Kenali Ciri-ciri Hamil Risiko Tinggi dan Cara Mengatasinya!

Kehamilan berisiko tinggi adalah kehamilan yang dapat meningkatkan risiko kesehatan ibu hamil, janin, atau keduanya. 

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
Net
Ilustrasi hamil 

TRIBUNSOLO.COM - Di Indonesia, angka kehamilan berisiko tinggi mencapai 34 persen.

Kehamilan berisiko tinggi adalah kehamilan yang dapat meningkatkan risiko kesehatan ibu hamil, janin, atau keduanya. 

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan kehamilan berisiko tinggi di antaranya:

  • Usia ibu hamil di bawah 20 tahun atau di atas 35 tahun
  • Jarak kehamilan yang terlalu dekat atau terlalu lama
  • Jumlah anak yang terlalu banyak
  • Tinggi badan ibu kurang dari 145 cm
  • Berat badan ibu yang terlalu kurus atau terlalu gemuk
  • Bentuk panggul ibu yang tidak normal
  • Riwayat keguguran sebelumnya
  • Riwayat kesulitan pada kehamilan atau persalinan yang lalu
  • Ibu hamil memiliki penyakit penyerta, seperti kencing manis, darah tinggi, atau asma
  • Kebiasaan ibu, seperti merokok, mengonsumsi alkohol, dan mengonsumsi obat-obatan
  • Infeksi virus sebelum atau selama kehamilan  

Baca juga: Ribuan Ibu Hamil di Sragen Masuk Kategori Resiko Tinggi Kehamilan

Hamil pada usia di atas 35 tahun dikenal dengan istilah kehamilan geriatri.

Kehamilan geriatri dapat meningkatkan risiko preeklamsia, persalinan macet, kelahiran prematur, hingga keguguran.

Bagaimana jika ibu mengalami hamil risiko tinggi?

Bagi ibu hamil risiko tinggi harus rutin memeriksakan kondisi kehamilannya ke dokter.

Setidaknya, pemeriksaan kehamilan dilakukan sebanyak 6 kali selama hamil.

"Lebih dari 6 kali lebih baik, tapi pemeriksaan kesehatan kurang dari 6 kali itu jangan, minimal 6 kali itu dilakukan selama kehamilan," Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, Udayanti Proborini.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi kehamilan berisiko tinggi:  

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan asam folat sesuai anjuran dokter  
  • Melengkapi imunisasi  
  • Rutin berolahraga, tetapi konsultasikan dulu dengan dokter untuk mengetahui jenis dan frekuensi yang tepat  
  • Menghindari merokok, paparan asap rokok, dan minuman beralkohol  
  • Mengonsumsi obat-obatan sesuai anjuran dokter  
  • Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin  
  • Menjalani pola hidup sehat, seperti istirahat yang cukup  
  • Melakukan tes kromosom  

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved