Berita Sukoharjo
Viral Video Pria Luka-luka Diamuk Warga di Mojolaban, Makam Korban Dibongkar dan Jenazah Diotopsi
Pengembangan kasus diduga pelaku klitih jadi korban pengeroyokan yang sempat viral beberapa waktu lalu dengan bongkar makam dan otopsi jenazah.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Andreas Chris Febrianto
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Kepolisian Resor (Polres) Sukoharjo melakukan pembongkaran makam seorang anak di bawah umur berinisial MAN (16) terkait kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia beberapa hari lalu.
Pembongkaran makam ini dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan untuk proses autopsi.
Pembongkaran makam dilakukan setelah orang tua MAN, bersama kuasa hukumnya, melaporkan kasus penganiayaan yang menimpa anak mereka.
Insiden tragis tersebut terjadi pada dini hari tanggal 29 September 2024, yang berujung pada meninggalnya MAN setelah sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Kustati Solo. MAN dinyatakan meninggal dunia pada Senin (30/9/2024).
Polres Sukoharjo menerima laporan resmi terkait kasus ini pada 1 Oktober 2024 dengan nomor laporan LP/80/X/2024/SPKT/POLRES SUKOHARJO/POLDA JATENG.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian segera mengambil langkah untuk membongkar makam MAN guna melakukan autopsi yang diharapkan dapat memperjelas penyebab pasti kematian korban.
Kuasa hukum keluarga korban, Waliyana mengatakan pada siang hari ini tim kuasa hukum beserta keluarga korban menghadiri dan menyaksikan pembongkaran makam MAN.
"Pembongkaran mayat almarhum korban ini guna proses autopsi agar lebih jelas sebab akibatnya meninggalnya korban. Kemudian, Setelah pembongkaran makam dilanjutkan ke forensik Rumah Sakit Moewardi Solo," kata Waliyana saat ditemui awak media di pemakaman Jatikidul, Desa Bugel, Polokarto, Rabu (9/10/2024).
Baca juga: Viral Video Diduga Pelaku Klitih di Cemani Sukoharjo Jateng Hoaks, Dipastikan Tak Bawa Senjata Tajam
Ia menjelaskan setelah laporan, pihak kuasa hukum keluarga korban mendampingi untuk mengawal kasus penganiayaan tersebut.
Pengawal itu juga guna pihak Kepolisian Sukoharjo bisa mengusut secara tuntas siapa sebetulnya pelaku penganiayaan yang menyebabkan MAN meninggal dunia.
"Karena ini nyawa dengan pelanggaran hukum, kami serahkan kepada pihak kepolisian supaya ini di usut tuntas siapa pelaku sebenarnya," ujarnya.
Dengan itu, ia sebagai kuasa hukum berharap nantinya tidak ada korban seperti yang dialami oleh MAN dan juga tidak ada pelaku-pelaku lain yang ikut-ikutan main hakim sendiri.
"Ini negara hukum agar kepolisian yang nanti mengusut tuntas," tandasnya.
Sementara itu, Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit meminta untuk menunggu hasil dari forensik tersebut.
"Tunggu hasil forensik dulu, hasilnya seperti apa, baru saya berikan informasi," singkat Sigit.
(*)
| Kemarau Masih Jadi Penyebab Terbanyak Kebakaran di Sukoharjo Sepanjang Tahun 2024 |
|
|---|
| Lagi Asyik Nonton Konser Tipe-X di Alun-alun Sukoharjo Jateng, 52 HP Penonton Dilaporkan Hilang |
|
|---|
| Peringati Hari Sumpah Pemuda : Ratusan Pemuda di Desa Pranan Sukoharjo Jateng Bersih-bersih Sungai |
|
|---|
| Akun Fufufafa Masih Dibicarakan Meski Gibran jadi Wapres Prabowo, Ini Kata Ketua DPD Gerindra Jateng |
|
|---|
| Cerita Menteri Budi Santoso Semasa Sekolah di SMAN 1 Sukoharjo, Pernah Dihukum Guru Bahasa Inggris |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Makam-MAN-16-Dibongkar-dan-Jenazah-Diotopsi.jpg)