Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pilkada Sukoharjo 2024

Camat Grogol Klarifikasi Pasca Dituding Terima Suap oleh Tim Pemenangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin

Disinggung soal uang Rp 100 ribu yang diberikan kepada masyarakat, Herdis mengatakan, jika uang itu diberikan sebagai uang pengganti transportasi.

Kompas.com/Labib Zamani
Camat Grogol, Sukoharjo, Herdis Kurnia Wijaya di Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (29/10/2024). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Camat Grogol, Herdis Kurnia Wijaya, menyampaikan klarifikasi terkait tudingan suap yang dilayangkan oleh Tim Hukum Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah nomor urut 02, Ahmad Luthfi-Taj Yasin.

Dilansir dari TribunJateng, Tim Kuasa Hukum pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen, melaporkan enam pejabat ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah terkait dugaan politik uang sebesar Rp 68 juta dan penggunaan fasilitas pemerintah untuk kampanye.

Enam orang yang dilaporkan terdiri dari empat kepala desa di Sukoharjo, yaitu Kepala Desa Langenharjo, Pondok, Pandeyan, dan Parangjoro. Dua lainnya adalah Camat Grogol Sukoharjo serta Calon Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Baca juga: Respons Camat Grogol soal Warga Langenharjo Protes Tempat Hiburan Malam di Sukoharjo Jateng

Sekretaris Bidang Advokasi dan Hukum Tim Pemenangan Luthfi-Yasin, Moh Harir, menyatakan bahwa dugaan pelanggaran terjadi di Gedung Berdikari, Desa Telukan, Sukoharjo, pada 25 Oktober 2024 pukul 19.00 WIB.

"Dalam kegiatan tersebut, terdapat penggunaan fasilitas milik pemerintah kecamatan dan desa serta indikasi adanya politik uang," ungkap Harir usai melaporkan ke Bawaslu Jateng pada Senin (28/10/2024)

Dengan laporan itu, Herdis memberikan klarifikasi menyebut hingga kini belum menerima laporan resmi mengenai tuduhan tersebut dari Bawaslu Jawa Tengah. 

“Sampai sekarang, kami belum menerima laporan resmi dari Bawaslu terkait adanya tudingan suap tersebut,” ujar Herdis, Jumat (1/11/2024).

Namun, Herdis mengakui sudah mengetahui video yang beredar di media sosial, yang diduga menjadi dasar tuduhan ini. 

Video tersebut memperlihatkan calon Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, yang memberikan sambutan dalam sebuah acara. 

Baca juga: Cara Etik-Sapto Lestarikan Cagar Budaya di Kartasura Sukoharjo : Bakal Adakan Sosialisasi

Dalam sambutannya, Etik meminta masyarakat untuk mendukung dirinya sebagai calon bupati Sukoharjo dan Andhika Perkasa sebagai calon Gubernur Jawa Tengah pada pemilihan yang akan digelar 27 November 2024 mendatang.

"Kalau berdasarkan video yang kemarin muncul, itu penggalan-penggalan yang disatukan. Pertama itukan videonya pak Andhika di sebuah acara saya tidak tah, kemudian digabung dengan Ibu (Etik) sambutan, itu acara sambutan bukan di acara saya, itu di rumah ibu pribadi,"

"Lalu dipotong dan disambungkan dengan acara saya sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan yang dilaksanakan oleh Perindustrian dan tenaga kerja Sukoharjo," ujar Herdis.

Lebih lanjut, Herdis pun juga mengakui tamu di acara sosialisasi tersebut sebanyak 680 orang dari empat Desa. 

Empat Desa itu diantaranya Desa Pondok, Desan Lenganharjo, Desa Pandeyan dan Desa Parangjoro. 

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved