Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Sritex Dinyatakan Pailit

Setiap Tahun Kurangi 10 Ribu Karyawan, Dirut PT Sritex di Sukoharjo Bantah Imbas Pailit

PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) secara keseluruhan tiap tahun harus melakukan pengurangan karyawan, dengan total mencapai 20 persen. 

Istimewa
PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Perkembangan dunia tekstil yang semakin berkembang saat ini membuat PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo harus melakukan efisiensi  dengan cara pengurangan pegawai. 

Efisiensi tersebut bukan disebabkan perusahaan PT Sritex mengalami kebangkrutan, melainkan dilakukan untuk keberlanjutan perusahaan. 

PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) secara keseluruhan tiap tahun harus melakukan pengurangan karyawan, dengan total mencapai 20 persen. 

Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), Iwan Kurniawan Lukminto (Wawan) mengatakan efisiensi dilakukan karena goncangan dunia tekstil di Indonesia. 

Baca juga: Dampak PT Sritex Pailit : Bahan Baku Dibekukan, Karyawan Diliburkan, Dirut Singgung Kinerja Kurator

"Jadi memang efisiensi ini dilakukan karena goncangan di sektor tekstil nasional itu luar biasa, efisiensi-efisiensi harus dilakukan untuk keberlanjutan perusahaan kami," kata wawan, Kamis (7/11/2024).

Namun, keputusan-keputusan untuk efisiensi itu semuanya berdasarkan keputusan komersil atau putusan bisnis.

"Putusan efesiensi itu, bukan landasan bahwa kita adalah perusahaan yang mau bangkrut," ujarnya.

Lebih lanjut, Wawan menyebut dari setiap tahun efisiensi di PT Sritex Tbk sekitar 20 persen dari jumlah total karyawan yang ada di setiap tahunnya.

Terpisah General Manajer (GM) HRD Sritex Grup, Hario Ngadiyono menjelaskan ada 10.000 Karyawan tiap tahun di efisiensi.

Menurutnya efisiensi ini tidak ada sangkut pautnya dengan putusan pailit, karena efisiensi dilakukan karena demi keberlanjutan perusahaan.

"Kalau soal pailit, karyawan PT Sritex di Sukoharjo dirumahkan. Dirumahkan ya tergantung, kita kan tergantung produksi kalau bahan baku tidak bisa masuk otomatis berhenti dan karyawan harus istirahat dulu," terangnya.

Baca juga: Isak Tangis Pecah Saat PT Sritex Sukoharjo Beri Relaksasi Ratusan Karyawan, Kenang Masa Jaya

Karyawan yang dirumahkan akan dipanggil kembali jika bahan baku yang dibekukan sudah bisa masuk dan di produksi. 

"Sampai kapan ya sampai bahan baku sudah tidak dibekukan, karyawan yang dirumahkan dipanggil kembali," paparnya. 

Saat disinggung jumlah karyawan yang dirumahkan, Hario mengaku belum bisa mendata jumlah karyawan tersebut.

Sebab saat ini masih fokus pada pengajuan Kasasi di Mahkamah Agung.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved