WAWANCARA EKSKLUSIF

Sritex Sempat Disebut Baik-baik Saja, Forum Peduli Buruh Sukoharjo Bantah Langsung, Ini Kondisinya

Forum Peduli Buruh (FPB) Sukoharjo menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi industri tekstil di Provinsi Jawa Tengah, terkhusus PT Sritex

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Sukoharjo 

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Forum Peduli Buruh (FPB) Sukoharjo menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi industri tekstil di Provinsi Jawa Tengah yang saat ini berada dalam situasi terpuruk.

Mereka mengungkapkan kekhawatiran terhadap masa depan para buruh.

Terutama yang bekerja di pabrik-pabrik tekstil di Jawa Tengah, tak terkecuali Kabupaten Sukoharjo.

Hal itu diakibatkan bayang-bayang efisiensi, pengurangan karyawan, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ketua Forum Peduli Buruh (FPB) Sukoharjo, Sukarno mengatakan perusahaan tekstil di Provinsi Jawa Tengah sedang tidak baik-baik saja.

"Tidak hanya Sritex (Jawa Tengah). Tekstil khususnya itu tidak baik-baik saja," kata Sukarno kepada TribunSolo.com, Senin (25/11/2024).

Sebagai Forum Peduli Buruh (FPB) di Sukoharjo, banyak buruh-buruh tekstil merasakan kecemasan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Sebetulnya agak cemas yang bekerja di tekstil. Mungkin akan adanya efisiensi, pengurangan karyawan, PHK. Ini akan berdampak sekali di Sukoharjo," terangnya. 

Baca juga: KONDISI 2 Outlet Fashion Milik PT Sritex di Solo Pasca Dinyatakan Pailit, Sepi Pembeli Hingga Tutup

Kondisi ini diperparah dengan keputusan Pengadilan Niaga Semarang pada 20 Oktober 2024 lalu yang menyatakan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) pailit.

Sebagai salah satu perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara, kepailitan Sritex dinilai memberikan dampak besar bagi ribuan buruh dan memicu kekhawatiran bagi buruh.

Meski demikian, angin segar pun selalu berdatangan. 

Itu terlihat setelah pemerintah pusat mulai melakukan monitoring ke PT Sritex mulai dari Eksekutif (Pemerintah Pusat) dan Legislatif (DPR RI).

"Berjalannya waktu, pemerintah juga turun tangan untuk memberikan angin segar kepada ribuan buruh dan karyawan PT Sritex," ujar Sukarno.

Namun, menurut Sukarno kecemasan itu pun belum terselesaikan. 

"Karena sifatnya membantu, membantu seperti apa kan tida mengerti, Karyawan juga tidak mengerti. Yang terpenting intinya karyawan yang ada di Sritex itu bisa bekerja terus jangan sampai ada PHK," imbuhnya.

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved