Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pembangunan Underpass Joglo Solo

Hujan Lebat, Sekitar Proyek Rel Layang Joglo Solo Tergenang Air, Ada yang Sampai Masuk Rumah Warga

Bahkan genangan air juga sempat masuk ke rumah warga yang berada di lingkungan Kecamatan Banjarsari, Solo tersebut.

Istimewa
Sejumlah titik pemukiman warga yang berada di sekitar proyek pengerjaan rel layang Palang Joglo Solo tergenang banjir 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sejumlah titik pemukiman warga yang berada di sekitar proyek pengerjaan rel layang Palang Joglo Solo tergenang banjir usai hujan lebat melanda wilayah Kota Solo pada Jumat (6/12/2024) sore tadi.

Bahkan genangan air juga sempat masuk ke rumah warga yang berada di lingkungan Kecamatan Banjarsari, Solo tersebut.

Seperti keluhan warga kampung yang berada tepat di kawasan belakang bekas kantor kelurahan Kadipiro.

Genangan air bahkan sampai masuk ke rumah-rumah warga.

Bahkan menurut keterangan pemberi informasi, genangan air tersebut sudah dialami dua kali musim hujan ini semenjak pembangunan rel layang Palang Joglo yang masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) tersebut digarap.

Dikonfirmasi TribunSolo.com, Camat Kecamatan Banjarsari  Beni Supartono Putro membenarkan adanya genangan air yang memasuki rumah warga.

Kejadian tersebut terjadi di kampung Sambirejo, Kelurahan Banjarsari.

"Kami memang patroli, jadi teman-teman linmas ketika terjadi hujan lebat atau angin kencang kita tugaskan untuk patroli," kata Beny.

Baca juga: Menteri PU Tinjau Underpass Joglo di Solo, Targetkan Bisa Beroperasi saat Libur Natal dan Tahun Baru

Ia tak memungkiri, penyebab genangan air masuk ke rumah warga tersebut tak lain karena kondisi pembangunan proyek strategis nasional (PSN) Simpang Joglo yang kini memasuki fase pembangunan Underpass.

Hal itu membuat sejumlah titik tergenang air bahkan hingga sampai memasuki rumah warga. Namun Beny menjelaskan kondisi seperti itu terjadi sekitar 30 menit.

"Jadi jalan itu kenapa tergenang seperti itu karena akses air menuju ke Selatan karena saat ini sedang ada pembangunan rel. Dan memang dari dulu ini memang kurang ada saluran besar yang meneruskan air dari sisi Utara menuju sungai besar. Kali anyar atau kali Pepe," lanjut Beny.

Sebagai pemangku wilayah, Beny sebenarnya telah mencari solusi atas kondisi tersebut sejak awal pengerjaan PSN Simpang Palang Joglo dimulai tahun 2023 silam.

Namun lantaran kondisi wilayah di sisi Utara Simpang Joglo yang minim saluran air besar membuat akses air terhambat dan menimbulkan genangan.

"Harapan kami setelah ada pembangunan simpang Joglo, akses air bisa dialirkan sampai dengan ke Kali Anyar atau Kali Pepe. Memang harus keluar ke sungai besar kalau tidak intensitasnya hanya akan berpindah ke wilayah lain seperti Kelurahan Joglo," kata dia.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved