Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

RAPBD Solo 2025

Bergantian 2,5 Tahun, Kubu KIM Plus dan PDIP Sepakat Bentuk Alat Kelengkapan DPRD Solo

Kedua kubu sepakat membentuk alat kelengkapan DPRD Surakarta setelah berbulan-bulan deadlock hingga membuat pengesahan APBD tertunda.

|
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com / Ahmad Syarifudin
Suasana Sidang Paripurna Pembentukan Alat Kelengkapan DPRD Surakarta, Senin (9/12/2024). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - KIM Plus dan PDI Perjuangan sepakat membentuk alat kelengkapan DPRD Surakarta setelah berbulan-bulan deadlock hingga membuat pengesahan APBD tertunda.

Mereka sepakat berbagi masing-masing menguasai pimpinan alat komisi selama 2,5 tahun.

Wakil Ketua Fraksi PAN-Golkar-PKB Taufiqurrahman bersyukur kesepakatan ini bisa dijalin.

Sidang paripurna pembentukan alat kelengkapan pun digelar pada Senin (9/12/2024). 

“Patut kita mensyukuri karena sudah berapa bulan ini berbeda pendapat. Hari ini kita sudah bersatu tentang alkap. Kami sudah kerjasama dengan PDIP. Sudah menyepakati perbedaan. Hari ini diputuskan,” ungkapnya.

Untuk menyepakati komposisi ini, Fraksi PDI Perjuangan harus mengalah untuk menguasai pimpinan alat kelengkapan pada 2,5 tahun terakhir.

Sedangkan fraksi-fraksi lain menguasai di 2,5 tahun pertama.

“Akhirnya PDI ngalah terimakasih pada PDI Perjuangan. Kenapa kita harus pertama. Pak Wali ini kan baru. Terus terang aja meskipun ini semua yang punya masyarakat tapi yang ngawal yang mengusungkan KIM Plus,” jelasnya.

Baca juga: Masih Ketar-Ketir Tak Gajian 6 Bulan, DPRD Surakarta Kebut Pembahasan APBD 2025

Kubu KIM Plus terdiri dari Fraksi Partai Gerindra, PSI, PKS, dan Fraksi Gabungan PAN-Golkar-PKB. Mereka mengusung Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih Respati Ardi-Astrid Widayani.

Mereka ingin mengawal program-program yang sudah dijanjikan semasa kampanye dengan menguasai pimpinan alat kelengkapan di awal periode. Menurutnya hal ini penting untuk mengawal keberlanjutan periode sebelumnya.

“Ini tentunya kami ingin mengawal kebijakan Pak Wali di awal. Posisi pimpinan insyaallah ada gunanya. Supaya pembangunan bisa berjalan dengan lancar. Bukan kami tidak percaya dengan PDIP. Memang punya Pak Gibran. Pak Wali kan melanjutkan,” jelasnya.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved