Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Makan Bergizi Gratis di Solo

Tak Semua Ibu Hamil di Solo Dapat Makan Bergizi Gratis, Pemkot Solo Bakal Lakukan Seleksi

Pemberian MBG bagi ibu hamil ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mencegah stunting pada anak.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Tri Widodo
ILUSTRASI Proses paking makan bergizi gratis di dapur Sataun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngemplak,Boyolali, Senin (6/1/2025). 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah, sampai kini masih menimbang-nimbang soal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Solo, Purwanti, menjelaskan jika 10 persen dari program MBG akan dialokasikan untuk ibu hamil.

Menurut dia, pihaknya bakal berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan jumlah ibu hamil yang menerima program ini sesuai dengan data yang ada.

Baca juga: Siswa SD Plesungan Karanganyar Dapat Makan Bergizi Gratis, Pemilik Kantin Sekolah Ngaku Tak Khawatir

"Dari sebagian sasaran (MBG) 10 persennya ada ibu hamil/ibu menyusui. Sumber datanya ibu hamil/menyusui dari Dinas Kesehatan. Harapannya nanti tidak dobel dengan program yang lain," kata Purwanti di Solo, Jawa Tengah, pada Senin (13/1/2025).

Pemberian MBG bagi ibu hamil ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mencegah stunting pada anak.

"Iya betul (antisipasi stunting). Dimulai dari anak sekolah," ujar Purwanti.

Pemkot Solo selama ini sudah memberikan tambahan gizi bagi ibu hamil dan menyusui melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Baca juga: Makan Bergizi Gratis di Solo Dibagikan Pagi Hari, Siswa SD Kebanyakan Sudah Sarapan dari Rumah

"Di Pemkot melalui Dinkes ada program PMT ibu hamil, ibu menyusui. Di DP3AP2KB ada dasar semuanya untuk generasi berkualitas untuk antisipasi stunting jangka panjang (program zero stunting)," tambahnya.

Berdasarkan catatan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo, Retno Erawati Wulandari, menyatakan bahwa terdapat sekitar 9.000 ibu hamil di Solo.

Mereka yang akan mendapatkan program MBG sebagai tambahan gizi akan diseleksi agar tepat sasaran.

"Pasti seleksi karena hanya 10 persen yang mendapatkan. Yang jelas kita tidak boleh tumpang tindih dengan pemberian PMT yang lain," kata Retno.

Baca juga: Suara Hati Pengelola Kantin Sekolah Jelang Program Makan Bergizi Gratis Sragen: Berharap Dilibatkan

Retno mengungkapkan pentingnya koordinasi dengan SPPG terkait kesiapan program MBG untuk ibu hamil.

Dia berharap program ini dapat direalisasikan pada bulan Januari ini.

"Tentu untuk program ini akan kita koordinasikan dengan Bu Asisten juga terhadap sasaran terutama yang ibu hamil dan balita. Karena ibu hamil yang bermasalah pasti sudah mendapatkan intervensi (program tambahan gizi)," ujarnya.

"Harapannya segera (terlaksana). Tapi kita juga harus menunggu kesiapan SPPG," sambungnya.

(*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved