Pengeroyokan Pemuda Sragen

Pakai Kaus Perguruan Silat, Seorang Pemuda di Sragen Dikeroyok Rombongan Konvoi Motor

Korban dikeroyok oleh rombongan konvoi sepeda motor yang merupakan anggota perguruan silat yang berbeda darinya

Tayang:
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Putradi Pamungkas
TribunJogja
Ilustrasi Pengeroyokan 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Seorang warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen Pusat Madiun, Dwiki (22) menjadi korban pengeroyokan.

Korban dikeroyok oleh rombongan konvoi sepeda motor yang merupakan anggota perguruan silat yang berbeda darinya, hanya gara-gara memakai kaus PSHT.

Aksi pengeroyokan itu terjadi di Desa Kedungupit, Kecamatan/Kabupaten Sragen pada Minggu (26/1/2025) sore.

Dalam rekaman CCTV yang diterima TribunSolo.com, nampak mulanya ada rombongan konvoi sepeda motor melintas di jalan perkampungan.

Kemudian, korban dengan mengendarai sepeda motor keluar dari gang kampung.

Tangkapan layar rekaman CCTV 27/1
Tangkapan layar rekaman CCTV yang menunjukkan aksi pengeroyokan terhadap seorang anggota PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun di Desa Kedungupit, Kecamatan/Kabupaten Sragen.

Waktu itu, korban berhenti sejenak karena hendak menyeberang jalan, sembari menunggu rombongan konvoi tersebut melintas.

Namun, saat korban berhenti tersebut, tiba-tiba beberapa orang dari rombongan konvoi sepeda motor tersebut turun dan menemui dirinya.

Kemudian, korban dikerubungi anggota rombongan konvoi tersebut, lalu disuruh duduk dan dianiaya.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Ketua PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun, Sunanto.

Menurutnya, kejadian itu diterima korban pada saat hendak membeli es.

"Korban ini mau membeli es, pakai atribut kaus, mau diminta bajunya, tapi korban tidak mau, lalu bajunya sobek, dan dimassa sama anggota perguruan silat itu," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (27/1/2025).

"Dwiki terkena lemparan batu kena kepala, sampai dijahit 3," tambahnya singkat.

Baca juga: Kasus Gesekan Antar Perguruan Silat di Sragen, Sejumlah Kendaraan Tak Sesuai Standar Turut Disita

Kapolres Sragen, AKBP Petrus Parningotan Silalahi melalui Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Isnovim Chodariyanto mengatakan korban sudah melaporkan apa yang dialaminya ke polisi.

"Kejadian kemarin sore, jadi ada orang yang mau beli es, mau menyeberang, pakai kaus PSHT, ternyata papasan rombongan perguruan silat lain, akhirnya dipukuli, nah itu sudah laporan dan sudah ditindaklanjuti," ungkapnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved