Pengeroyokan Pemuda Sragen

BREAKING NEWS : Dalam Sehari, Oknum Perguruan Silat di Sragen Ini Keroyok Orang di 4 Lokasi Berbeda

Kapolres Sragen, AKBP Petrus Parningotan Silalahi menyebut kasus pengeroyokan tersebut terjadi di 4 lokasi yang berbeda.

TribunSolo.com/Septiana Ayu
PENGEROYOKAN ANTAR PERGURUAN SILAT. Kapolres Sragen, AKBP Petrus Parningotan Silalahi saat ditemui TribunSolo.com, Sabtu (1/2/2025) menjelaskan perihal kasus pengeroyokan antar perguruan silat. Dalam sehari, 4 oknum perguruan silat ini melakukan pengeroyokan di 4 lokasi berbeda. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Kasus pengeroyokan pemuda berkaus perguruan silat yang terjadi di Kabupaten Sragen pada Minggu (26/1/2025) lalu, mengungkap fakta baru.

Kapolres Sragen, AKBP Petrus Parningotan Silalahi menyebut kasus pengeroyokan tersebut hanyalah salah satu dari empat kasus yang dilakukan di 4 lokasi yang berbeda oleh para pelaku.

Ia menerangkan sebelum kejadian, digelar acara perayaan hari ulang tahun Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKPSI) Kera Sakti Sragen di Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen.

Menurutnya, acara tersebut dihadiri 450 orang.

"Acaranya dimulai pukul 11.00 WIB sampai dengan pukul 14.45 WIB, tentunya setiap pelaksanaan kegiatan ini, kami melaksanakan pengamanan, mulai dari datangnya rombongan, acara berlangsung, hingga bubarnya acara," katanya kepada TribunSolo.com, Sabtu (1/2/2025).

"Kita melakukan pengamanan untuk memastikan acara berjalan lancar tanpa ada kendala dan ekses," sambungnya.

Tangkapan layar rekaman CCTV yang menunjukkan aksi pengeroyokan terhadap seorang anggota PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun di Desa Kedungupit, Kecamatan/Kabupaten Sragen.
PENGEROYOKAN ANTAR PERGURUAN SILAT. Tangkapan layar rekaman CCTV yang menunjukkan aksi pengeroyokan terhadap seorang anggota PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun di Desa Kedungupit, Kecamatan/Kabupaten Sragen, Minggu (26/1/2025) lalu. Polisi telah mengamankan 4 orang yang disebut menjadi pelaku dari perguruan silat lain.  (Istimewa)

Lanjutnya, pukul 15.00 WIB, anggota IKSPI Kera Sakti mulai meninggalkan lokasi acara, dan rombongan ada yang mengarah ke Sumberlawang, sedangkan rombongan lain mengarah ke Sukodono.

"Pada rombongan mengarah ke Sukodono, sampai Desa Kedungupit, petugas kami mengarahkan rombongan masuk ke perkampungan untuk mencegah masuk kota, menjaga kondusivitas Kota Sragen," jelasnya.

"Pukul 16.00 WIB, rombongan bubaran IKSPI sampai di lokasi kejadian, ada 4 peristiwa pengeroyokan barang dan orang," tambahnya.

Ia menyampaikan lokasi pertama berada di halaman SDN 4 Kedungupit, dimana rombongan masuk ke halaman dan melakukan pengrusakan barang.

Setelah bergerak 1,1 km, atau sekira pukul 16.15 WIB, rombongan bertemu dengan seorang pria yang waktu itu mengenakan hoodie bergambar perguruan silat PSHT.

"Beberapa orang berusaha mengambil hoodie korban, tetapi korban tidak mau, akhirnya terjadi perkelahian secara bersama-sama," ujarnya.

Sepuluh menit berselang, atau hanya berjarak 750 meter rombongan kembali bertemu dengan korban yang berbeda.

Baca juga: Terlibat Kasus Pengeroyokan Pemuda Berkaus Perguruan, 4 Warga Sragen Terancam 5,5 Tahun Penjara

Saat itu, korban tersebut memakai kaus hitam, dengan tulisan yang ditentik dengan PSHT.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved