Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

WAWANCARA EKSKLUSIF

Pakar UNS Solo Blak-blakkan Daging Sapi Terinfeksi Virus PMK Aman Dikonsumsi Manusia, Ini Alasannya

Banyak pihak bertanya-tanya apakah daging ternak yang terpapar PMK aman untuk dikonsumsi.

|
TribunSolo.com
Dosen Fakultas Peternakan UNS Solo, drh. Endang Tri Rahayu, M.P saat podcast bersama TribunSolo.com 

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Mewabahnya virus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkiti ternak berkuku belah sedang menjadi perhatian sejumlah pihak.

Bukan hanya para peternak saja, melainkan kelompok masyarakat yang lain. Mereka bertanya-tanya apakah daging ternak yang terpapar PMK aman untuk dikonsumsi.

Dosen Fakultas Peternakan UNS Solo, drh. Endang Tri Rahayu, M.P menjelaskan daging ternak terpapar PMK aman jika dikonsumsi manusia. Pasalnya, PMK bukanlah penyakit zoonosis, atau menular dari hewan ke manusia.

"Jadi sebenarnya kalau ternak yang terkena PMK itu dagingnya aman untuk dikonsumsi," kata dia, dalam podcast bersama TribunSolo.

Ilustrasi pengecekan sapi terkena virus PMK atau tidak
Ilustrasi pengecekan sapi terkena virus PMK atau tidak (TribunSolo.com/Zharfan Muhana)

Namun tak serta merta aman, sebelum dikonsumsi, ternak harus dipastikan tidak sakit parah hingga mati atau bahkan terkena penyakit lain selain PMK.

Ia menyebut, ternak terpapar PMK dengan ternak sehat sangat sulit dibedakan jika sudah dalam bentuk daging potong. Untuk itu, masyarakat harus berhati-hati.

Baca juga: 3 Fakta Pasar Hewan Wonogiri Kembali Dibuka Pasca PMK Merebak : Ternak Akan Discreening Secara Ketat

"Masih aman untuk dikonsumsi. Kalau ragu-ragu untuk makan ya tidak usah. Sebenarnya masih aman untuk dimakan," imbuhnya.

Ia menegaskan, daging ternak terpapar PMK tidak berbahaya jika dikonsumsi manusia. Virus PMK menyerang bagian mulut dan kuku ternak.

"Tidak ada potensi bahaya karena seperti yang saya sampaikan tadi bahwa itu masih aman untuk dikonsumsi," ujarnya.

Ia menambahkan, ciri-ciri ternak yang terpapar PMK yakni mengeluarkan air liur yang berlebihan atau hipersalivasi, ternak gelisah dan malas hingga nafsu makan menurun.

Penurunan nafsu makan itu, bisa berbahaya untuk ternak. Dengan kurangnya asupan, ternak menjadi rentan untuk terserang penyakit lain.

"Jadi kalau kekebalan tubuhnya menurun itu akan mudah diserang oleh mungkin ada bakteri atau penyakit-penyakit yang lain," katanya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved