WAWANCARA EKSKLUSIF
Ogah Dicap Minim Pembangunan Gegara Efisiensi, Bupati Wonogiri Siap Transparan ke Warga
Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, menilai kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat menjadi tantangan tersendiri untuk kepala daerah, termasuk dirinya.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, menilai kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat menjadi tantangan tersendiri untuk kepala daerah, termasuk dirinya.
Dalam podcast bersama TribunSolo, Setyo mengatakan, kepala daerah harus bisa memberikan edukasi kepada masyarakat soal kebijakan efisiensi itu agar tidak muncul persepsi yang salah di tengah-tengah masyarakat.
"Sebagai tantangan, sebagai tantangan tetapi tentunya yang perlu kita lakukan adalah mengedukasi kepada masyarakat. Mengapa kita perlu edukasi? Jangan sampai kemudian ada persepsi yang salah gitu," kata dia.
Ia mencontohkan, makna persepsi yang salah itu yakni masyarakat berpikir pada kepemimpinan bupati sebelumnya, banyak pembangunan di daerah.
Sementara pada masa bupati saat ini, minim pembangunan di daerah.
Baca juga: Bupati Wonogiri Setyo Sukarno Beberkan Program 100 Hari Pertama: Selaraskan Instruksi Efisiensi-APBD
Dengan begitu, selain mengedukasi ke masayarakat, menurutnya pemerintah harus transparan sehingga tidak muncul persepsi yang salah di masyarakat.
"Ini kan perlu ada transparansi akuntabilitas dalam rangka kita melakukan edukasi kepada masyarakat, iki lho duit Wonogiri itu sekarang tinggal sekian. Yang penting bahwa transparansi dan akuntabilitas ini sampai kepada masyarakat sehingga masyarakat bisa memahami gitu. Bukan karena kami tidak melakukan kegiatan pembangunan," kata Setyo.
Meski begitu, ia menekankan pihaknya mendukung kebijakan efisiensi dari pemerintah yang mana menurut dia hal itu untuk mendukung program-program pemerintah pusat.
(*)
| Guru Honorer Tak Lagi Dipakai Mulai 2027? Pakar Pendidikan Solo Bongkar Multitafsir SE Mendikdasmen |
|
|---|
| Wawancara Lengkap Panji Sukma, Soal Tudingan Kekerasan Seksual : Kalau Benar, Kenapa Masih ke Rumah? |
|
|---|
| Takut Perceraian Hingga Beban Finansial Tinggi, Jadi Alasan Generasi Muda di Kota Solo Ragu Menikah |
|
|---|
| Angka Pernikahan Solo Turun Tajam 3 Tahun Terakhir, Ternyata Bukan Sekedar Tren Lokal Tapi Dunia |
|
|---|
| Di Balik Sepinya Akad Nikah, Menerka Perubahan Cara Anak Muda Solo Memandang Pernikahan |
|
|---|