Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Wali Murid Al Abidin Solo Protes Sekolah

Puluhan Wali Murid Al Abidin Solo Datangi Kantor Yayasan, Protes dan Desak Transparansi dari Sekolah

Dalam aksi tersebut, puluhan orang tua anak yang bersekolah dari TK hingga SMA di yayasan tersebut datang dengan membentangkan spanduk bernada protes

|
TribunSolo.com/Andreas Chris
YAYASAN AL ABIDIN SOLO DIPROTES. Puluhan orang tua anak yang bersekolah dari TK hingga SMA di Yayasan Al Abidin Solo mendatangi yayasan dan membentangkan spanduk serta poster bernada protes, Jumat (31/1/2025). Mereka menuntut adanya transparansi dari pihak sekolah. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Puluhan wali murid sekolah di bawah naungan yayasan Al Abidin Solo menggeruduk kantor yayasan yang berada di kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jumat (31/1/2025) pagi.

Dalam aksi tersebut, puluhan orang tua anak yang bersekolah dari TK hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di yayasan tersebut datang dengan membentangkan spanduk serta poster bernada protes.

Bahkan Ketua Persatuan Orang Tua Murid Al Abidin (PORTAL) Iman Budi Santoso juga sempat berorasi di hadapan wali murid saat berada di depan kantor yayasan tersebut.

Beberapa perwakilan pengurus yayasan pun sempat mendatangi para wali murid untuk meminta mereka audiensi di dalam kantor yayasan.

Namun permintaan tersebut ditolak oleh para wali murid lantaran tidak hadirnya Ketua Yayasan Al Abidin, Sunarno untuk menemui mereka.

Dalam orasinya, Iman mengungkap sejumlah tuntutan. Setidaknya ada 4 tuntutan yang diminta oleh wali murid Al Abidin Solo tersebut.

YAYASAN AL ABIDIN SOLO DIPROTES. Ketua Persatuan Orang Tua Murid Al Abidin (PORTAL) Iman Budi Santoso saat tengah melancarkan aksi protes kepada Yayasan Al Abidin Solo, Jumat (31/1/2025). Mereka menuntut adanya transparansi dari pihak sekolah dan menggelar aksi di depan yayasan.
YAYASAN AL ABIDIN SOLO DIPROTES. Ketua Persatuan Orang Tua Murid Al Abidin (PORTAL) Iman Budi Santoso saat tengah melancarkan aksi protes kepada Yayasan Al Abidin Solo, Jumat (31/1/2025). Mereka menuntut adanya transparansi dari pihak sekolah dan menggelar aksi di depan yayasan. (TribunSolo.com/Andreas Chris)

Pertama, menuntut transparansi dalam pengelolaan dana negara yang disebut oleh Amin bahwa sekolah-sekolah Al Abidin telah menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sejak tahun 2005.

Kedua, wali murid meminta yayasan menjelaskan fasilitas dan kegiatan apa saja yang dibiayai oleh dana BOS tersebut.

Ketiga, terkait transparansi dana wali murid dan meminta sejumlah kegiatan yang bermuara pada pengumpulan dana berlebih terhadap siswa dihentikan.

Dan tuntutan terakhir adalah meminta pemerintah menunda pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di seluruh sekolah Al Abidin sampai tuntutan terkait transparansi tersebut dikabulkan.

"Pernyataan sikap menuntut transparansi seperti apa yang kami bacakan tadi. Ada beberapa item yang intinya kita persatuan orang tua Al Abidin minta tranparansi, apapun kebijakannya harus ada transparansi," terang Iman.

Baca juga: Warga Solo Sudah Tahu Soal SPMB 2025? Cek Syarat Pendaftaran Jenjang SD, SMP, SMA 

Iman menerangkan, pihaknya sudah 3 kali melakukan audiensi dengan DPRD Solo dan juga ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo

Namun sampai audiensi dengan sejumlah pemangku pemerintahan dilakukan, pihak wali murid disebut Iman tak pernah diajak bertemu maupun berdiskusi oleh pihak yayasan.

"Kami sudah 3 kali audiensi ke DPRD dan Dinas, seharusnya yayasan itu peka, berdiskusi dengan kita bahwa kita wali murid nggak mungkin dijadikan musuh. Kita dirangkul dan ketua Yayasan turun," lanjutnya.

Menurut Iman, polemik yang terjadi antara wali murid dengan yayasan ini disebutnya karena kebijakan ketua yayasan yang tidak transparan.

"Masalahnya setiap kebijakan-kebijakan (yayasan) baik kita tanyakan kepada guru maupun kepala sekolah. Selalu bilang itu sudah keputusan yayasan. Saya tanya ke pengurus yayasan, oh itu bukan kebijakan kami. Berarti kan oknumnya satu, saya bilang oknum yaitu ketua yayasan," kata dia.

"Bahkan sekarang pun kami sudah memberitahu akan ada pernyataan sikap, seharusnya beliau hadir. Itu kan jadi pertanyaan bagi kami, apa mereka takut atau mereka selama ini berbuat salah," imbuh Iman.

Usai tak bisa bertemu dengan ketua yayasan Al Abidin, Iman menerangkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi untuk melancarkan aksi-aksi protes lanjutan.

"Kita akan berikan kejutan lagi. Kita akan memberikan keputusan secara massal karena ketergantungan yayasan adalah di uang kami, kita akan menghentikan kalau ketua yayasan tidak mau menemui kami," pungkasnya.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved