Pengeroyokan Pemuda di Sragen
Faktor Penyebab Banyaknya Gesekan Antar Perguruan Silat di Sragen: Usia Labil,Didominasi 15-17 Tahun
Kasus gesekan antar anggota perguruan silat di Kabupaten Sragen kerap terjadi. Hanya berjarak sepekan, terjadi hingga 5 kasus berbeda.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Kasus gesekan antar anggota perguruan silat di Kabupaten Sragen kerap terjadi.
Pada Minggu (19/1/2025), gesekan tersebut terjadi di Desa Pelemgadung, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen.
Selain menyebabkan korban luka, para pelaku juga melakukan perusakan terhadap barang-barang, termasuk satu unit mobil.
Dari kasus tersebut, Satreskrim Polres Sragen mengamankan total belasan orang, yang sebagian masih berusia anak-anak.
Sepekan berlalu, tepatnya pada Minggu (26/1/2025), terjadi aksi pengeroyokan di empat lokasi berbeda.

Empat orang diamankan, dimana 3 orang diantaranya masih dibawah umur.
Kapolres Sragen, AKBP Petrus Parningotan Silalahi mengatakan faktor usia itulah yang menjadi salah satu penyebab kejadian gesekan antar anggota perguruan silat di Kabupaten Sragen berulang.
"Fenomena terjadinya perkelahian anggota silat ini bukan yang baru, dan menjadi sorotan bersama, tidak bisa dibiarkan terus, harus ditangani cepat dan tuntas, agar tidak menjadi konflik berkepanjangan," katanya kepada TribunSolo.com, Sabtu (1/2/2025).
"Perkelahian yang kerap terjadi penyebabnya ada beberapa faktor, ada faktor internal diri pelaku karena faktor usia, faktanya pelaku ini didominasi anak berumur 15 sampai 17 tahun," sambungnya.
Baca juga: Kronologi 4 Kasus Pengeroyokan di Sragen, Bermula dari Para Pelaku Pulang dari Ultah Perguruan Silat
Menurutnya, usia tersebut merupakan masa transisi dan pertumbuhan, sehingga anak mudah melakukan perilaku menyimpang, karena masih labil emosinya.
Yang mana di usia tersebut, menurut AKBP Petrus faktor kontrol diri lemah, sehingga mudah marah, dan menjadi emosional.
"Faktor dendam juga memengaruhi, sehingga terjadi aksi balas membalas, karena ketersinggungan kelompok, rasa solidaritas berlebih, faktor sosial masyarakat, faktor lingkungan keluarga, termasuk pendidikan," jelasnya.
"Hal-hal ini terjadinya perilaku menyimpang perguruan silat," pungkasnya.
(*)
Rekonstruksi Kasus 2 Bersaudara di Sragen Aniaya Pacar Adik hingga Tewas Ungkap Fakta Aksi Pelaku |
![]() |
---|
Rekonstruksi Kasus 2 Bersaudara di Sragen Aniaya Pacar Adik hingga Tewas, Peragakan 32 Adegan |
![]() |
---|
Buntut Pengeroyokan, 4 Pengurus Perguruan Silat di Sragen Dikumpulkan, Diminta Tak Ada Balas Dendam |
![]() |
---|
Polisi Masih Buru Pelaku Pengeroyokan Anggota Silat di Sragen di 3 Lokasi Kejadian Lainnya |
![]() |
---|
Cinta Berujung Maut, Pemuda di Sragen Tewas di Tangan Kakak Pacarnya, Sempat Dirawat di RS |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.