Ramadhan 2025

Bubur Samin di Solo Hanya Disajikan pada Bulan Ramadhan, Apa Alasannya?

Bubur Samin kembali hadir untuk menjadi menu buka yang dibagikan di Masjid Darussalam Jayengan, Serengan, Solo, mulai Sabtu (1/3/2025). 

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com / Ahmad Syarifudin
BUBUR SAMIN : Bubur Samin kembali hadir untuk menjadi menu buka yang dibagikan di Masjid Darussalam mulai Sabtu (1/3/2025). Tiap hari selama bulan Ramadhan tersedia hingga ribuan porsi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOKO.COM, SOLO - Bubur Samin kembali hadir untuk menjadi menu buka yang dibagikan di Masjid Darussalam Jayengan, Serengan, Solo, mulai Sabtu (1/3/2025). 

Wakil Ketua Takmir Masjid Darussalam, Muhammad Mayasin mengungkapkan alasan kenapa kuliner ini hanya ada di bulan Ramadhan.

“Ini kan tujuannya untuk meringankan bagi mereka yang berpuasa. Berilah makan untuk orang yang berbuka puasa itu pahalanya kan besar,” ungkapnya.

Selain pada saat bulan Ramadhan, bubur ini juga disajikan di momen bulan Syawal.

Namun penyajiannya hanya sebatas untuk peserta pengajian saja.

Tak seperti saat bulan Ramadhan dimana semua masyarakat bisa ikut menikmati.

“Untuk bulan Ramadhan ada lagi tapi untuk syawal. Tapi nggak sebanyak ini,” jelasnya.

Bubur Samin kembali hadir
BUBUR SAMIN : Bubur Samin kembali hadir untuk menjadi menu buka yang dibagikan di Masjid Darussalam mulai Sabtu (1/3/2025). Tiap hari selama bulan Ramadhan tersedia hingga ribuan porsi.

Tiap hari selama bulan Ramadhan pihaknya menyediakan hingga ribuan porsi.

Beras yang dihabiskan pun mencapai 50 kg per hari.

“Insyaallah kita siapkan 45-50 kg. Itu untuk 1300 porsi. Nanti yang 1100 porsi dibagikan masyarakat umum yang 200 porsi dibagikan di Masjid Darussalam,” tuturnya.

Mereka yang menikmati bubur ini tak dibatasi dari agama manapun meski diperuntukkan menu berbuka puasa. Mereka cukup membawa wadah untuk menampung bubur tersebut.

“Tidak dibatasi mau dari agama manapun,” jelasnya.

Pemerintah Kota Solo ikut memberikan bantuan 1,5 ton untuk mendukung kegiatan ini. 

“Alhamdulillah sudah 3 tahun ini Pemkot memberi bantuan berupa beras sekitar 1500 kg,” jelasnya.

Baca juga: Berburu Takjil di Jalan Merbabu Boyolali, Mau Cari Apa Saja Ada!

Awalnya, bubur ini dibawa oleh para perantau dari Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

 Lalu sekitar tahun 1986 bubur mulai dibagikan ke masyarakat.

“Untuk masyarakat umum 1986. Sebelumnya orang tua kami perantau dari Kalimantan Selatan takjil bersama dengan masyarakat sekitar,” jelasnya.

(*)

 

 

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved