Lebaran 2025

Pengendara Wajib Waspada! Sejumlah Titik Jalur Mudik di Karanganyar Rawan Bencana Alam

Jalur-jalur mudik Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 M di wilayah Kabupaten Karanganyar tak semuanya aman dilalui.

Tayang:
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/ Mardon Widiyanto
TERDAMPAK LONGSOR : Jalan Matesih-Tawangmangu, ditutup dan kendaraan dialihkan pasca terjadi longsor di Bukit Ganoman, Desa Koripan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jum'at (28/2/2025) lalu. Jalur-jalur mudik Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 M di wilayah Kabupaten Karanganyar tak semuanya aman dilalui. Kawasan itu memang dikenal daerah rawan longsor di Kabupaten Karanganyar. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Jalur-jalur mudik Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 M di wilayah Kabupaten Karanganyar tak semuanya aman dilalui.

Longsor maupun pohon dan papan reklame tumbang mengancam keselamatan mereka.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno ada sejumlah titik jalur mudik yang kawasan rawan bencana alam.

Salah satunya di ruas jalan alternatif menuju Tawangmangu yaitu Jalan Tawangmangu - Matesih tepatnya di bawah bukit Ganoman di Desa Koripan merupakan salah satu titik rawan.

"Material batu dan tanah dari atas bukit ini kerap kali ambrol ke jalan raya di bawahnya. Hendro mengatakan, terdapat retakan tanah baru di atas bukit yang sewaktu-waktu memicu longsor susulan," kata Hendro, Sabtu (15/3/2025).

RAWAN BENCANA : Jalan Matesih-Tawangmangu, ditutup dan kendaraan dialihkan pasca terjadi longsor di Bukit Ganoman, Desa Koripan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jum'at (28/2/2025) lalu. Kawasan itu memang dikenal daerah rawan longsor di Kabupaten Karanganyar.
RAWAN BENCANA : Jalan Matesih-Tawangmangu, ditutup dan kendaraan dialihkan pasca terjadi longsor di Bukit Ganoman, Desa Koripan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jum'at (28/2/2025) lalu. Kawasan itu memang dikenal daerah rawan longsor di Kabupaten Karanganyar. (TribunSolo.com/ Mardon Widiyanto)

Hendro mengatakan bersama satuan kerja akan memasang rambu peringatan bahaya longsor di ruas jalan itu.

Selain di Ganoman, ruas jalan tembus Tawangmangu - Magetan juga rawan longsor.

Belum adanya talud maupun bronjong yang dipasang memadai makin mengancam keselamatan pengguna jalan.

Ruas ini juga akan dipasang rambu serupa.

Lebih lanjut dikatakan, jalur sepanjang Jalan Solo-Tawangmangu mulai Karanganyar kota sampai Popongan rawan pohon tumbang.

Dalam sepekan ini, puluhan pohon dipangkas petugas DPU untuk meminimalisasi rawan menimpa pengguna jalan.

"Popongan ke timur itu paling rawan pohon tumbang. Itu jalannya berstatus penanganan DPU provinsi," kata Hendro.

"Kami sudah memetakan jalan raya rawan tertimbun longsor maupun dampak angin kencang, masyarakat wajib waspada karena musim hujan diperkirakan masih akan berlangsung sampai akhir Maret ini yang kebetulan momen arus mudik lebaran," tutur Hendro.

Baca juga: Mudik 2025, GT Prambanan Tol Solo-Jogja di Klaten Akan Dibuka Penuh Sejak 20 Maret

Ia juga mengingatkan semua pengelola obyek wisata berbasis alam untuk menyiapkan jalur evakuasi dan aktif berkoordinasi dengan BPBD.

Ia juga memastikan BPBD bersama relawan standby selama arus mudik dan balik lebaran.

Salah satunya mendirikan posko di exit tol Kebakkramat, Posko Sroyo dan Karangpandan.

"Seperti Jumog, apakah ada jalur evakuasinya. Itukan dikelilingi tebing. Semua objek seperti ini wajib memasang rambu waspada bencana," kata Hendro.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved