Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Fenomena OM Lorenza

Laris Manis dari Kampung ke Kampung hingga Pesta Pora, OM Lorenza Ogah Naikkan Bayaran

Meski kebanjiran permintaan tampil, namun orkes dari Sukoharjo ini enggan untuk memanfaatkan situasi dengan menaikkan tarif manggung.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com / Ahmad Syarifudin
PENAMPILAN OM LORENZA : Biduan OM Lorenza saat tampil di Polokarto, Sukoharjo, belum lama ini. Pemilik OM Lorenza, Murjiyanto, berpesan kepada para biduan untuk tidak memamerkan pornoaksi. Ia ingin agar orkes ini murni mempersembahkan musik yang enak didengar. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sejak viral beberapa waktu belakangan, OM Lorenza tak pernah sepi job manggung. 

Bahkan, pemilik OM Lorenza Murjiyanto mengungkapkan ia bisa menerima job manggung dua kali dalam satu hari. 

Dalam sebulan, OM Lorenza hampir tak pernah libur manggung. 

Meski kebanjiran permintaan tampil, namun orkes dari Sukoharjo ini enggan untuk memanfaatkan situasi.

Namun, ia tak berpikir untuk menaikkan bayaran.

“Kita yakin rejeki udah ada yang ngatur,” ungkapnya, saat ditemui di Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, belum lama ini.

PIMPINAN OM LORENZA : Pemilik OM Lorenza Murjiyanto, saat ditemui di markas orkes melayu asuhannya di Sukoharjo, belum lama ini. Popularitas OM Lorenza bahkan hingga di kalangan anak muda menjadi fenomena unik di tengah dangdut koplo yang menjadi arus utama dalam belantika musik dangdut.
PIMPINAN OM LORENZA : Pemilik OM Lorenza Murjiyanto, saat ditemui di markas orkes melayu asuhannya di Sukoharjo, belum lama ini. Popularitas OM Lorenza bahkan hingga di kalangan anak muda menjadi fenomena unik di tengah dangdut koplo yang menjadi arus utama dalam belantika musik dangdut. (TribunSolo.com / Ahmad Syarifudin)

Saat ini ia banyak menerima job manggung dari sekitar Soloraya. 

Selama masih berdekatan lokasi, ia bisa menerima 2 job manggung dalam sehari.

“Ini masih padat. Bulan April sebulan penuh tidak berhenti. Banyak sekali. Satu hari bisa 2 tempat. Itu pun kalau tempatnya terjangkau,” jelasnya.

Baca juga: Awal Mula Fenomena OM Lorenza, Berkah Tak Terduga Gegara Nganggur Dilanda Covid-19

Saat ini bayaran per manggung mereka sekitar Rp 6,5 juta. 

Bayaran ini digunakan untuk membayar honor 19 personil dan kru, termasuk vokalis.

“Lorenza tidak sulit-sulit. Rate-nya kalau misal area Soloraya standar Ro 5,5-6,5 juta,” terangnya.

Murjiyanto bahkan berpesan kepada para biduan untuk tidak memamerkan pornoaksi.

Dirinya ingin agar orkes ini murni mempersembahkan musik yang enak didengar.

“Untuk vokalnya saya tekankan tidak boleh pornoaksi. Ada kan biduan yang mengejar sawer goyangnya seperti ini. Rejeki sudah ada yang ngatur kalau dikasih banyak dapatnya juga banyak,” jelasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved