Klaten Bersinar
Selamat Datang diĀ KlatenĀ Bersinar

Lebaran 2025

Ngabuburit Seru Ala Anak-anak di Klaten, Nunggu Buka Puasa Sambil Merakit Robot Pemukul Beduk

Anak-anak ini tergabung dalam kelompok belajar Autobot Scholl ini, merakit robot jimu.

Tribun Solo / Zharfan Muhana
NGABUBURIT SERU. Anak-anak merakit robot pemukul beduk, mengisi waktu ngabuburit di Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Kamis (27/3/2025). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kreatifnya anak-anak di Kabupaten Klaten, disalurkan untuk hal positif, salah satunya yakni merakit robot pemukul beduk di Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Kamis (27/3/2025).

Anak-anak ini tergabung dalam kelompok belajar Autobot Scholl ini, merakit robot jimu.

Baca juga: Asik! Ratusan Siswa FKS Forum Keselamatan Sekolah Ngabuburit di Safety Riding Labs SMKN 1 Bulakamba

Robot ini dirakit oleh 3 anak, yakni Hafizh (9), Arfa (9), dan Syakib (10). Ketiganya berasal dari Jatinom dan Karanganom, Kabupaten Klaten.

"Ini kegiatan merakit robot pemukul beduk, (untuk) ngisi ngabuburit," ujar Syakib.

Dipilihnya robot pemukul beduk, mempunyai sebuah alasan tersendiri bagi para anak tersebut.

"Karena mau momen idul fitri, jadi bikin robot beduk," ucapnya.

Sebelumnya komponen robot sudah disediakan di dalam nampan, oleh ketiganya lalu dilakukan perakitan.

Mulai dari tangan si robot, dan juga bagian lain seperti servo sebagai alat kendalinya. Untuk memberi perintah, robot lalu dikelola menggunakan sistem u-kids dan direkam lewat servo.

NGABUBURIT SERU. Anak-anak merakit robot pemukul beduk, mengisi waktu ngabuburit di Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Kamis (27/3/2025).
NGABUBURIT SERU. Anak-anak merakit robot pemukul beduk, mengisi waktu ngabuburit di Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Kamis (27/3/2025). (Tribun Solo / Zharfan Muhana)

Baca juga: Alasan Alun-alun Selatan Jadi Spot Favorit Ngabuburit Warga Solo : Ada Kandang Kebo Bule Hingga PKL

Ketiga anak ini, merakit robot setidaknya memerlukan waktu selama 10 menit dengan didampingi pembimbing.

Teacher atau pembimbing Autobot Scholl, Dian Anggita menjelaskan bila ide membuat robot dilakukan oleh tim.

"Idenya dari tim kami, karena memang kami memiliki projek untuk mewadahi anak-anak untuk mengenal teknologi menjadi lebih jauh," paparnya.

Ketiga anak tersebut sebelumnya telah mengikuti bimbingan, sehingga dijaring untuk membuat proyek tersebut.

"Kebetulan anak-anak ini level pre basic, anak-anak mempelajari dan akrab merekam servo, mengkoding, merakit robot," pungkasnya.

Anak-anak sebelumnya juga telah melewati 4 kelas, hingga akhirnya bisa membuat robot kali ini.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved