Sejarah Kuliner Legendaris

Sejarah Timlo Sastro Kuliner Legendaris Solo, Sudah Eksis Sejak 1952

Sastro mendirikan warung Timlo Sastro ini sekitar tahun 1952, berawal dari warung kaki lima sederhana di sebelah barat pasar.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM
SEJARAH TIMLO SASTRO - Seporsi Timlo Sastro di Pasar Gede Solo pada 2017 lalu. Begini sejarah Timlo Sastro, salah satu kuliner legendaris di Solo. 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Timlo Sastro merupakan salah satu destinasi kuliner yang cukup legendaris di Kota Solo, Jawa Tengah.

Timlo Sastro memiliki dua cabang di Solo, yang pertama berada di Jalan Abdul Muis No.32A, Kepatihan Kulon, Kecamatan. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Sementara itu, cabang kedua berada di Jalan Dr. Wahidin No.30, Purwosari, Kecamatan. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Baca juga: Sejarah Soto Seger Boyolali : Dari Warung Kecil Hingga Jadi Ikon Kuliner Khas Boyolali yang Populer

Tempat makan timlo ini bisa disebut legendaris karena sudah berdiri sejak 1952. Timlo yang disajikan di tempat makan ini berisikan berbagai macam lauk seperti telur, sosis, rempelo ati dan kuah.

Untuk menu per lauk sampai menu komplit harganya berkisar mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 25.000.

Sekadar informasi, mengutip dari laman Surakarta.go.id, sosis goreng Solo ini bukanlah sosis yang terbuat dari daging sapi pada umumnya.

Sosis solo terbuat dari kulit lumpia atau risoles yang dilipat seperti martabak dan digoreng yang di dalam lipatan adonan itu diberi daging ayam bagian dada yang disuwir kemudian gorengan sosis itu disajikan dalam potongan-potongan kecil.

Untuk Timlo Sastro cabang pertama, buka setiap hari mulai dari pukul 06.00 WIB sampai 15.00 WIB.

Sedangkan, Timlo Sastro cabang kedua, buka setiap hari mulai dari pukul 07.00 WIB sampai 21.00 WIB.

Sejarah Timlo Sastro

Timlo Sastro dahulu bernama Timlo Balong.

Timlo Balong ini diambil dari nama pendiri usah ini, yaitu (alm) Sastro.

Sastro mendirikan warung Timlo Sastro ini sekitar tahun 1952, berawal dari warung kaki lima sederhana di sebelah barat pasar.

Pada tahun 1958, Pasar Gede direvitaliasi.

Hal itu membuat Timlo Sastro pindah ke sudut belakang Pasar Gede sampai saat ini.

(*)

Sumber: TribunStyle.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved