Fakta Menarik Tentang Solo

Asal-usul Kelurahan Jajar di Solo, Diambil dari Nama Abdi Dalem Keraton Surakarta

Nama Jajar sudah ada sejak masa kepindahan Keraton Kartosuro ke timur, menuju Keraton Surakarta pada tahun 1757.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
WIKIMEDIA.ORG
KELURAHAN JAJAR SOLO - Kantor Kelurahan Jajar di Jl. Basuki Rahmat, Jajar, Laweyan, Solo beberapa waktu lalu. Inilah asal-usul nama Kelurahan Jajar. 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kelurahan Jajar merupakan sebuah kelurahan di kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah.

Kelurahan ini memiliki kode pos 57144.

Pada tahun 2020, kelurahan ini berpenduduk 9.382 jiwa.

Baca juga: Asal-usul Trucuk yang Kini Jadi Kecamatan di Klaten, Diambil dari Nama Tanaman Lokal

Asal-usul Jajar

Nama "Jajar" sudah ada sejak masa kepindahan Keraton Kartosuro ke timur, menuju Keraton Surakarta pada tahun 1757.

Pada masa itu, terdapat seorang abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang diberi pangkat "Jajar," yang setara dengan pesuruh keraton yang dipercaya.

Sebagai penghargaan atas jasanya yang besar kepada raja, pesuruh tersebut diberi tanah perdikan yang masih berupa hutan lebat, dengan syarat yang dikenal dengan istilah "hanggaduh run-tumurun," yang artinya memiliki hak untuk tinggal di tanah tersebut, tetapi tidak boleh menjualnya.

Baca juga: Asal-usul Nama Desa Simo di Boyolali, Dipercaya Berasal dari Suara Ribuan Harimau Mengaum

Tanah perdikan yang diberikan kepada abdi dalem tersebut terletak sekitar 5 km sebelah barat dari Keraton Surakarta.

Karena yang dipercaya untuk mengelola tanah tersebut adalah Ki Jajar, lama-kelamaan tanah perdikan tersebut dikenal dengan nama "Alas Jajar."

Keturunan Ki Jajar

Ki Jajar memiliki dua orang putra yang kemudian turut berperan dalam perkembangan wilayah tersebut. Kedua putra Ki Jajar adalah:

  • Trenggono, yang setelah tua dikenal dengan nama Eyang Setro.
  • Kaladipo, yang memiliki anak bernama Ditorumekso.

Mereka ikut berperan dalam sejarah dan perkembangan tanah yang sebelumnya masih berupa hutan lebat, serta turut mengembangkan kawasan tersebut menjadi lebih maju dan ramai.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved